Ragamku

Wanita Etnis Tionghoa, Jangan Pakai Baju Pernikahan Warna Putih!

Bagi orang-orang yang beretnis Tionghoa, segala hal memiliki makna simbolis, tak terkecuali dengan warna. Inilah sebabnya, pada hari-hari khusus sepe

Editor: Bedjo

SRIPOKU.COM - Bagi orang-orang yang beretnis Tionghoa, segala hal memiliki makna simbolis, tak terkecuali dengan warna.

Inilah sebabnya, pada hari-hari khusus seperti Tahun Baru Imlek, wanita dan pria Indonesia yang beretnis Tionghoa mengenakan pakaian merah yang melambangkan kebahagian. Sebaliknya, warna putih dianggap sebagai warna duka.

Berita Lainnya:  3 Mitos Pernikahan Ini, Tidak Patut Anda Percayai

Namun, sayangnya banyak wanita beretnis Tionghoa lebih memilih untuk menikah dengan baju bergaya Barat yang berwarna putih daripada merah.

Andrew Susanto, Ketua Umum Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina), yang hadir sebagai pembicara di acara konferensi pers Kondangan Peranakan Tionghoa Indonesia 2016, Casa Grande, Jakarta, Kamis (27/10/2016) pun bertanya-tanya.

Dia menemukan bahwa kebanyakan anak muda beretnis Tionghoa menolak memakai kebaya peranakan Tionghoa atau encim untuk menikah karena dianggap kuno.

“Dari sana, kami curhat ke beberapa perancang, tolong dong, bantu rancangkan busana pernikahan yang masih pakem peranakan, tetapi modern supaya anak-anak muda mau pakai,” tuturnya.

Ternyata, permintaan ini ditanggapi dengan baik oleh beberapa perancang yang setuju untuk membantu melestarikan budaya peranakan melalui acara Kondangan Peranakan Tionghoa Indonesia 2016.

Ini adalah ketiga kalinya Aspertina mengadakan acara tersebut dan dalam kesempatan kali ini yang menjadi fokus adalah batik lasem.

Lalu, tidak hanya perancang, asosiasi ini juga menggandeng pembuat kebaya, pengusaha batik pesisir sampai dengan budayawan, ahli sejarah, dan akademisi untuk menggarapnya.

Mengangkat tema “Perpaduan Dua Budaya”, acara ini akan bercerita secara teatrikal menggunakan busana dari delapan perancang terkemuka, yaitu Zaenal Songket, Vielga Wenida, Aji Notonegoro, Ivan Gunawan, Afif Syakur, Musa Widiatmojo, Defrico Audy, dan Kursian Karzai.

Kondangan Peranakan Tionghoa Indonesia 2016 akan diadakan pada tanggal 11 November 2016 di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta.

Penulis : Shierine Wangsa Wibawa

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved