Breaking News

Bocah 11 Tahun Diduga Lompat dari Kamar Hingga Tewas. Alasannya Sungguh Memilukan

Sang ibu dilaporkan meminta sang anak untuk mendapatkan nilai sempurna dari sang anak.

World of Buzz
Kondisi di lokasi kejadian, beberapa saat setelah sang bocah ditemukan tewas. 

SRIPOKU.COM, SINGAPURA -- Seorang bocah laki-laki asal Singapura yang masih menempuh pendidikan di kelas 5 sekolah dasar nekat mengakhiri hidup, dengan cara melompat dari kamarnya hingga tewas. Kejadian ini terjadi pada hari dimana ia seharusnya menunjukkan kertas hasil ujiannya kepada kedua orangtuanya.

Dikutip dari World of Buzz (21/10/2016), sang ibu dilaporkan meminta sang anak untuk mendapatkan nilai sempurna dari sang anak. Hal ini selalu berhasil dicapai sang anak sejak kelas 1 hingga kelas 4.

Menurut laporan dari The New Paper, saat menjalani ujian tengah semester di kelas 5, sang anak, yang tak diketahui identitasnya ini tak mendapatkan nilai yang diharapkan orangtuanya. Sang anak bahkan dilaporkan gagal pada pelajaran Matematika dan Pelajaran Bahasa Mandarin. Sang ibu juga dilaporkan akan menghukumnya jika nilainya tak mencapai angka 70.

Inspektur Lynn Ong, perwakilan dari kepolisian setempat, menuturkan ”Sang ibu akan memukulnya untuk setiap mata pelajaran yang nilainya dibawah 70. Terkadang, sang ibu akan memeriksa terlebih dahulu kertas ujiannya. Jika soal ujian dirasa berat bagi sang anak, ia tak akan menghukumnya.

Akan tetapi, Inspektur Lynn Ong menambahkan jika sang ibu yang berusia 45 tahun akan menghukunya jika semua nilai di kertas ujian itu tidak sempurna. Nyatanya, sang ibu hanya menghukumnya dengan cara memukulkan rotan secara pelan ke arah tangannya. Ia bahkan akan memberikan hadiah jika sang anak nilainya bagus.

Tepat sebelum menjalani ujian tengah semester, sang anak sempat menemuinya dan meminta hadiah sebuah layang-layang. Permintaan sang anak dituruti ibunya, bahkan sebelum hasil ujian tersebut dikeluarkan.

Dengan cepat, snag ibu langsung menghubungi polisi pada pukul 6.50 pagi waktu setempat. 15 menit kemudian, ia juga menelpon kepala sekolah dari anaknya sembari meminta bantuan karena pada saat yang sama, sang suami mengalami stres akibat kepergian sang anak. Sang ibu  yakin jika anaknya melakukan bunuh diri akibat nilai mata pelajarannya yang tidak sempurna.

Saat dimintai keterangan, sang kepala sekolah menuturkan kalau emosi sang ibu tidak stabil dan kerap berulang kali mengatakan ”Ibu memintamu untuk mendapatkan nilai 70, ibu tak memintamu harus mendapat nilai 80.”

Disisi lain, sang ayah yang berusia 47 tahun, yakin jika anaknya jatuh dari jendela. Tim medis yang tiba di lokasi pada pukul 7 pagi menyatakan kalau bocah tersebut tewas di lokasi kejadian. Polisi juga menuturkan kalau mereka tak mencium adanya unsur mencurigakan dalam kejadian ini. (Sumber : World of Buzz / Jolene Lee)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved