Sosialisasi 4 Pilar, Sri Ajak Pemuda Bagikan Jamban

Bahkan, Sri berharap KNPI bisa menjadi 'motor' penggerak satu rumah satu toilet.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Anggota DPR RI Ir Sri Meliyana memberikan cendramata kepada Ketua KNPI Lahat, Tanhar Effendi, SH. 

SRIPOKU.COM, LAHAT --- Masih banyaknya warga di Kabupaten Lahat yang belum memiliki lokasi sanitasi yang baik atau jamban, membuat anggota DPR RI Ir Sri Meliyana, prihatin.

Pasalnya, menurut Sri yang merupakan kakak kandung Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'I, SE hal tersebut sangat penting bagi kesehatan warga itu sendiri maupun lingkungan sekitar.

Hal tersebut disampaikan Sri, saat memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan dihadapan pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lahat, di hotel Grand Zury Lahat, Sabtu (22/10/2016) malam.

Bahkan, Sri berharap KNPI bisa menjadi 'motor' penggerak satu rumah satu toilet.

"Pemuda merupakan tonggak estapet. Harus ada peran pemuda dalam membangun bangsa dan Negera sebagaimana para pemuda yang dahulu telah memperjuangkan kemerdekaan indonesia. Luar biasa jika pemuda (KNPI) bisa mencanangkan satu rumah satu toilet,"ajak Sri.

Menurutnya, saat ini Pemkab Lahat sendiri sudah melakukan pembagian jamban gratis meski belum semua terakomodir.

Nah, jika KNPI bisa berperan tentu satu rumah satu toilet akan cepat tuntas.

Untuk merealisasikan hal tersebut, kata Sri tak ada salahnya jika KNPI menggandeng perusahaan khususnya di Lahat yang juga mempunyai tanggungjawab membangun Lahat.

"Gandeng perusahaan dan saya yakin jika gagasan tersebut akan mendapat apresiasi.

Terkait empat pilar kebangsaan sendiri yakni pancasila, UUD NKRI tahun 1945, NKRI dan bhineka tunggal Ika agar pemuda terus menanamkanya dijiwa masing masing.

Apalagi, menurut Sri banyak sekali faktor yang bisa membuat nilai nilai kebangsaan luntur saat ini.

Sementara, Ketua DPD KNPI Lahat, Tanhar Effendi SH akan berupaya merealisasikan gagasan tersebut.

Diakui Tanhar saat ini pemuda tidak lg dihadapkan untuk perang melawan penjajah namun, pemuda diharapkan mampu berperan mendorong pembangun ditengah masyarakat.

Dikatakan Tanhar, empat pilar kebangsaan maknanya bagimanan kita berbuat untuk negeri ini.

"Pengamalanya sangat penting. Saat ini pemuda tidak saja melakukan tindakan nyata namun juga menjadi tauladan seperti tidak menggunakan narkoba yang memang bisa merusak keutuhan NKRI," terang Tanhar.(*)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved