Jangka Waktu Dua Tahun Ada 200 Ribu Laporan Pungli Masuk Kemenpan-RB

dalam kurun waktu Januari 2014 sampai Oktober 2016 sudah ada 188.840 laporan pungutan liar yang masuk ke Kemenpan-RB.

Editor: Budi Darmawan
Repro/Kompas TV
Seorang oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara terlihat melakukan pungutan liar (pungli) dengan menarik biaya retribusi angkutan umum tanpa menyertakan tiket retribusi di Jalan Sisingamangaraja, Pematang Siantar, Sumut, Selasa (18/10/2016). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Diah Natalisa mengungkapkan, dalam kurun waktu Januari 2014 sampai Oktober 2016 sudah ada 188.840 laporan pungutan liar yang masuk ke Kemenpan-RB.

Ia mengatakan data itu dihimpun dari laporan terhadap 100 kementerian dan lembaga negara, 48 pemerintah daerah, 84 BUMN, 131 lembaga negara di luar negeri, 7 lembaga swadaya masyarakat, dan 7 perusahaan swasta.

"Sebanyak 155.607 sudah diproses, 12.163 sedang dalam proses, dan 21.070 masih menunggu diproses. Laporan yang sudah diproses termasuk pemberian sanksi hingga pemecatan sesuai pelanggaran yang dilakukan," ungkap Diah Natalisa saat ditemui di Gedung Kemenpan-RB, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016).

Diah Natalisa menjelaskan prosedur standar operasional dalam pelaporan tersebut dalam kurun waktu tiga hari pertama laporan akan diverifikasi dan dievaluasi.

Setelah itu laporan akan langsung diberikan pasa instansi terkait dan instansi terkait tersebut diberi waktu 7-30 hari untuk merespon.

Jika tidak direspon Kemenpan-RB harus memberi sanksi kepada instansi terkait.

Diah Natalisa berharap dengan munculnya isu maraknya pungli di lingkungan pemerintahan saat ini meningkatkan laporan masyarakat ke Kemenpan-RB.

"Saluran pelaporan sudah lama kamis sediakan lewat website atau telepon. Pelaporan tidak dipungut biaya dan rahasia pelapor memang wajib kami lindungi," ungkap Diah Natalisa. (Tribunnews.com, Rizal Bomantama)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved