Pelaku Perampas Motor Milik Mahesa Putra dan Zulfitri Ditembak Unit Pidum Polresta Palembang

Pelaku ini memang sudah lama masuk dalam daftar pencari orang (DPO). Ia berhasil diamankan ketika keberadaan diketahui dan terpaksa dilumpuhkan

Pelaku Perampas Motor Milik Mahesa Putra dan Zulfitri Ditembak Unit Pidum Polresta Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Jakpar (tiarap), pelaku penodongan yang meresahkan ketika dilumpuhkan oleh jajaran unit pidum Polresta Palembang, Sabtu (15/10/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hendak kabur dari kejaran petugas Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang, Jakpar, warga DI Panjaitan Lorong Samarinda Kelurahan Sentosa Kecamatan Bagus Kuning, Palembang, akhirnya berhasil diamankan petugas, Sabtu (15/10/2016), sekitar pukul 12.00.

Jakpar diamankan petugas ketika sedang berada di kawasan jalan DI Panjaitan Lorong Sentosa, Plaju.

Melihat keberadaan pelaku dan diketahui pelaku sudah buron hampir 4 bulan, unit pidum pimpinan AKP Robert Siombing pun tidak buang waktu langsung mengikuti Jakpar.

"Pelaku ini memang sudah lama masuk dalam daftar pencari orang (DPO). Ia berhasil diamankan ketika keberadaan diketahui dan terpaksa dilumpuhkan di betis kakinya sebelah kiri karena hendak kabur, serta melawan petugas ketika ditangkap," ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang didampingi Kanit Pidum AKP Robert Siombing.

Dijelaskan Maruly, pelaku ini diamankan oleh anggotanya atas laporan korban, Mahesa Putra (17) warga Jalan Opi Raya RT 41/13 Kelurahan 13 Ulu Kecamatan SU I, Palembang.

Saat itu pada 25 Juli 2016, sekitar pukul 16.00, korban bertemu dengan pelaku di Jalan Merdeka Kecamatan IBI Palembang, tepatnya Depan kantor walikota Palembang.

"Ketika melakukan aksinya, pelaku berkenalan dengan korban, lalu ditodongnya mengunakan senjata tajam (sajam) sejenis pisau. Namun sebelum motor korban Honda Beat BG 6449 AAK, warna Putih Biru tahun 2014 dirampasnya, korban terlebih dahulu diajak jalan-jalan, kemudian ditinggalnya di pinggir jalan," ungkapnya.

Selain itu, Jakpra juga pernah melakukan aksinya yang sama kepada korban Zulfitri, warga Talang Bungin NO 40 RT 25/12, Kelurahan Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, pada 28 Agustus 2016, sekitar pukul 06.30, pagi.

Saat itu korban sedang berada di kawasan Jalan DI Panjaitan Lorong Sentosa.

"Korban juga diancam (todong) menggunakan sajam untuk menyerahkan sepeda motornya. Laporan ini kami dapatkan dari Polsek SU II Palembang. Jadi mungkin masih banyak laporan korban yang melakukan pelaku ini," ungkap Maruly.

Pelaku akan dikenakan pasal 365 KHUP dengan ancaman hukuman kurungan di atas 5 tahun penjara.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved