Air Terjun Sange, Mutiara Terpendam di Terusanbaru
Tidak berlebihan jika warga sekitar menyebut air terjun ini mutiara terpendam di Terusanbaru.
Penulis: Awijaya | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG -- Masih sedikit memang warga di Kabupaten Empatlawang YANG mengetahui keberadaan air terjun atau istilah warga Empatlawang, menyebut air terjun dengan sebutan Cuhup.
Salah satunya air terjun yang berada di Desa Terusanbaru, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang, yakni Cuhup Sange, yang tidak kalah indahnya dengan air terjun yang terdapat didaerah lain.
"Cuhup Sange" begitu warga di Desa Terusanbaru menyebut nama air terjun ini. Tidak berlebihan jika warga sekitar menyebut air terjun ini mutiara terpendam di Terusanbaru.
Air terjun Sange berasal dari aliran sungai Sange yang mengalir dari area bukit barisan di kawasan Empatlawang yang mengalir jernih.
Menariknya, suasana air terjun yang masih alami dan berada di antara perbukitan asri akan nampak terlihat ketika anda tiba dilokasi. Rasa lelah ketika diperjalanan menuju lokasi langsung terbalaskan setiba dilokasi air terjun yang memiliki dua tingkat dan berukuran cukup tinggi ini.
Pengunjung juga bisa berenang pada tingkat pertama. Namun, karena belum di kelola secara maksimal, untuk menuju ke tingkat pertama, anda harus memutar beberapa kilo dengan berjalan kaki melintasi semak atau bagi yang punya peralatan bisa sekalian dari atas untuk turun sembari melakukan panjat tebing.
Bagi warga yang hendak berkunjung kelokasi cuhup Sange ini tidaklah sulit. Dari kota Tebingtinggi untuk menuju Desa Terusanbaru hanya ditempuh dengan jarak sekitar 7 km dan kembali menempuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit saja. Pengunjung bisa menumpang kendaraan angkutan desa maupun ojeg gandeng (Bentor) yang cukup banyak lalu-lalang.
Sesampai di Desa Terusanbaru, pengunjung bisa langsung bertanya kepada masyarakat. Seperti kebanyakan orang timur, warga Desa Terusanbaru akan dengan ramah memberi tahu jalan menuju lokasi.
Dari Desa Terusanbaru menuju lokasi hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua, karena akses menuju lokasi masih berupa jalan setapak itupun hanya sebagian jalan telah dibangun dengan cor semen, sisanya jalan masih berupa tanah melintasi perkebunan penduduk dan hutan, di tempuh dengan waktu sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor.
Namun sebelum menuju lokasi, tidak salah jika calon pengunjung telah menyiapkan bekal terlebih dahulu berupa makanan dan minuman sebelum berangkat ke lokasi cuhup walaupun bisa saja pengunjung untuk bolak-balik kedesa dalam waktu singkat.
Biasanya cuhup Sange ini kerap didatangi pengunjung para remaja, anak sekolahan dari Tebingtinggi dihari libur, serta dikunjungi warga sekitar Tebingtinggi Empatlawang yang sekedar mandi.
Menurut Kepala Desa (Kades) Terusanbaru, Alek Deka Saputra, di Desa Terusanbaru cukup banyak terdapat potensi air terjun. Didalam wilayah desanya saja, sedikitnya terdapat tiga lokasi air terjun diantaranya Cuhup Sange, cuhup Embun dan Cuhup Tiga Cungku.
Alek berharap agar potensi air terjun didesanya bisa menjadi sumber income desa. Untuk itu, diperlukannya peran pemerintah daerah untuk membangun sarana jalan dan penunjang menuju air terjun.
"Karena sepanjang jalan menuju lokasi air terjun, masyarakat sudah siap menghibahkan tanah sebagai akses jalan menuju lokasi cuhup Sange," kata Alek didampingi Yadi, salah seorang warga sekitar.
Dijelaskan Alek, dua cuhup lainnya, yakni Cuhup Embun dan Cuhup Tiga Cungku didalam wilayah desanya bahkan memiliki keindahan yang tak kalah indahnya. Hanya saja, untuk menuju lokasi tersebut cukup memakan waktu.
Bagaimana ? Anda penasaran dengan keindahan cuhup di Terusanbaru ? Tidak ada salahnya untuk menyempatkan waktu untuk mampir jika anda berkunjung ke Tebingtinggi Empatlawang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/cuhup-sange-di-empatlawang_20161011_090640.jpg)