2100 Kubik Batu Koral tidak Tercatat, Perusahaan Rugi Rp 600 Juta

Ada selisih penjualan batu koral sebanyak 2100 kubik yang tidak tercatat dengan total Rp 600 juta.

2100 Kubik Batu Koral tidak Tercatat, Perusahaan Rugi Rp 600 Juta
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Keempat tersangka saat akan dihadiri pada gelar tersangka dan barang bukti di Polsekta Gandus Palembang, Minggu (9/10). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Lantaran telah melakukan penipuan dengan modus menggelapkan uang perusahaan hingga mencapai Rp 600 juta, Ferdiansyah (33), Suryadi (37), Indra Darmawan (24) dan Rikky Irawan (38) karyawan CV Mandiri Palembang Sejahterah (MPS) di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, akhirnya diamankan.

Terbongkarnya aksi keempat karyawan ini setelah korbannya menghitung jumlah nota penjualan batu koral seplit setelah dihitung ada selisih penjualan batu koral sebanyak 2100 kubik yang tidak tercatat dengan total Rp 600 juta. Dan pemasukan yang harusnya disetor oleh pelaku ternyata tidak disetorkan.

Dihadapan petugas, Ferdiansyah sekaligus otak dari aksi ini mengatakan, modus yang dilakukannya dalam menjalankan aksinya yakni dengan mengurangi jumlah nota pembelian batu koral.

"Kalau konsumen yang beli koral empat kubik, tapi saya catat hanya tiga kubik dan itu saya lakukan mulai dari bulan Januari hingga Oktober. Uangnya itu saya bagi sama teman saya yang bertugas sebagai pengawas lapangan," jelasnya saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polsekta Gandus Palembang, Minggu (9/10).

Sementara itu, tiga pelaku lainnya Suryadi, Indra Darmawan dan Rikky Irawan bertugas sebagai pengawas lapangan.

"Kalau kami sehari-hari bekerja CV MPS nginap di Mess yang disediakan oleh CV MPS, waktu itu kami disuruh Ferdiansyah untuk mengawasi situasi di lapangan,"ucapnya serentak.

Kapolsekta Gandus Palembang, AKP Dedi Rahmat Hidayat mengatakan, terungkapnya aksi para pelaku setelah korbannya Dirut dari CV Mandiri Palembang Sejahterah melapor ke Polsekta Gandus Palembang.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku melakukan penyalagunaan jabatan di tempatnya bekerja. Adapun modus yang digunakan para pelaku yakni dengan mengurangi angka nota penjualan dari empat kubik penjualan tetapi mereka bukukan menjadi tiga kubik.

"Korban baru menyadari bahwa batu koralnya habis dengan selisih 2100 kubik tetapi tidak sesuai dengan nota yang pelaku catatkan, untuk keempat pelaku dijerat dengan pasal 374 KUHP," jelasnya.

Dari hasil kejahatan tersebut, dikatakannya, pihaknya menyita barang bukti berupa uang sebesar 10 juta, dua unit sepeda motor, Laptop, mesin cuci yang diduga dibeli pelaku dari uang hasil kejahatan serta sepuluh slop nota penjualan.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved