Cuaca Buruk Disertai Angin Kencang dan Kilat, Waspadai Banjir dan Longsor
Badan SAR Nasional (Basarnas) kantor Palembang meminta warga waspada dengan cuaca buruk hujan lebat disertai kilat yang menerpa provinsi Sumsel.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan SAR Nasional (Basarnas) kantor Palembang meminta warga waspada dengan cuaca buruk hujan lebat disertai kilat yang menerpa provinsi Sumsel.
Akibat hujan deras tak jarang menimbulkan bencana tanah longsor seperti yang terjadi di kawasan Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) beberapa waktu lalu.
Kepala Basarnas Kantor Palembang, Budi Cahyadi mengatakan selain bencana tanah longsor, warga juga diminta waspada akan timbulnya bencana banjir bandang.
"Selain tanah longsor, kemungkinan juga bisa terjadi banjir bandang jika hujan lebat. Apalagi di daerah yang merupakan perbukitan," ujar Budi, Senin (3/10/2016).
Seperti diketahui, memasuki awal bulan Oktober masyarakat Palembang dan sekitarnya tetap dihimbau untuk waspada dengan ancaman tiupan angin kencang. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, musim hujan akan terus berlangsung dengan curah hujan terus meningkat dari sebelumnya.
Budi menyebut, salah satu faktor banjir bandang disebabkan oleh curah hujan tinggi hingga lebih dari enam jam. Air yang berada di daerah ketinggian akan turun dengan sangat cepat dikarenakan sungai sudah tidak dapat menampung lagi.
Menilik cuaca yang terjadi saat ini, bukan tidak mungkin banjir bandang seperti kabupaten Garut bisa menerpa Sumsel. Maka dari itu, warga yang tinggal dibantaran sungai dan perbukitan lebih waspada ketika BMKG telah mengeluarkan kondisi cuaca buruk.
"Air itu turunnya sangat cepat dan besar. Banjir bandang tidak bisa diprediksi datangnya tiba-tiba. Jadi kalau hujan sudah lebih dari enam jam harap waspada," tegas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kepala-kantor-sar-palembang-budi-cahyadi_20160512_135518.jpg)