Peringatan 1 Muharram, tak Ada Ritual Khusus Umat Islam di Palembang

Acuan Islam yang dianut masih mengarah kepada unsur Melayu dan Arab, yang memang dikenal tempat asal muasalnya agama Islam di dunia.

Peringatan 1 Muharram, tak Ada Ritual Khusus Umat Islam di Palembang
ISTIMEWA
ilustrasi

Sesekali juga ada umat Islam yang melakukannya saat Tahun Baru Hijriah tiba.

Dalam Islam, kata Vebry, memang tidak ada larangan untuk umatnya mendatangi makam keluarga atau leluhur.

Namun, hanya sebatas datang saja, tidak melakukan apa-apa.

Paling banter, kegiatan yang dilakukan hanyalah membersihkan makam dan jika ini tidak dilakukan juga tidak ada masalah.

Karena mengacu dengan ajaran Islam yang belum diselipi atau dipengaruhi ajaran agama lain, sultan-sultan Palembang pada jaman Kesultanan Palembang Darussalam sama sekali tidak pernah mengurusi makam-makam leluhur mereka.

"Belanda yang pernah menjajah Palembang pernah menuliskan bahwa sultan-sultan di Palembang tidak pernah memelihara makam leluhur atau raja mereka. Ini bukan berarti mereka tidak peduli, namun hanya menjalankan ajaran Islam murni yang sama sekali tidak ada mengajarkan untuk menabur bunga ke makam," kata Vebry.

Sampai saat ini, beber Vebry, masih banyak umat Islam di Indonesia yang menjalankan ajaran Islam namun diselipi dengan tradisi agama Hindu atau Budha.

Penyebab ini ditengarai karena dua agama tersebut lebih dahulu masuk ke Indonesia dan baru diikuti oleh Islam.

Sehingga, pengaruh dua agama itu masih melekat oleh beberapa umat Islam dan ditersukan hingga sampai sekarang.

Meski tak ada tradisi khusus, Vebry menyarankan supaya umat Islam tidak melupakan begitu saja adanya tahun baru Islam, mengingat umat Islam sering kali ikut-ikutan merayakan secara akbar tahun baru masehi.

Halaman
123
Penulis: Refli Permana
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved