Legging Lebih Simpel dan Nyaman

Cewek 22 tahun ini lebih menyukai legging karena lebih simpel dan nyaman saat dipakai.

Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/REFLY PERMANA
Legging dinilai nyaman saat digunakan untuk berolahraga. 

SRIPOKU.COM -- Ada kalanya perempuan ketika berolahraga tidak nyaman dengan pakaian khusus berolahraga. Salah satunya dikarenakan sifatnya yang terbuka dan teramat ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuh. Hal ini akan menjadi masalah bagi mereka yang kesehariannya memang berhijab.

Pastinya, persoalan pakaian bukanlah alasan yang membuat seorang perempuan enggan berolahraga. Jika letak permasalahannya adalah pakaian, maka salah satu solusinya adalah mengenakan legging untuk bagian bawah tubuh.

Sifat legging yang ketat dinilai tidak jauh berbeda dengan celana olahraga yang sesungguhnya. Dengan legging, mau apa pun jenis celana yang menutupinya, diyakini bukan persoalan saat melakukan olahraga.

Seperti yang dikatakan Mella. Mahasiswi yang tengah rajin-rajinnya berlatih Muaythai ini hampir selalu mengenakan legging saat berada di camp, ketimbang training atau celana olahraga lainnya.

Cewek 22 tahun ini lebih menyukai legging karena lebih simpel dan nyaman saat dipakai.

"Pernah mengenakan training, namun ribet karena terlalu longgar dan sering kedodoran. Kalau pakai legging untuk dalaman di kaki, rasanya lebih nyaman karena pas dengan tubuh dengan sifatnya yang ngepress," kata Mella, Jumat (29/9).

Dengan legging, menurut Mella, ia bisa menggerakkan kakinya tanpa merasa terganggu. Apalagi, muaythai cukup banyak menggunakan kaki ketika bergerak. Jika salah pemilihan celana, akan sangat menganggu kenyamanan ketika berlatih. Dengan sifatnya yang ketat tanpa memperlihatkan bentuk tubuh, Mella merasa lebih nyaman saat memakai legging.

Jika Mella sedang sibuknya berlatih Muaythai, tidak demikian halnya dengan Riska. Ia mengaku jarang berolahraga karena disibukkan dengan aktifitas sebagai ibu rumah tangga dan pemilik restoran di Palembang.

Paling banter, ia berolahraga jogging di akhir pekan. Yang pasti, ketika melakukannya, ibu beranak dua ini tidak lupa untuk mengenakan legging.

"Legging untuk dalaman saja, biasanya saya lapis sama celana berbahan kain ataupun jeans yang tidak ketat. Bisa juga saya tutupin sama celana pendek seperti yang sedang ngetren sekarang" kata Riska.

Disinggung mengapa tidak memakai training, alasan Riska sama seperti Mella. Memang, ada training yang sifatnya pas dengan pinggang. Namun, rasanya kurang nyaman karena karetnya terlalu ketat sehingga terkadang membuat kulit di bagian pinggang merah dan sakit. Sementara saat mengenakan legging, hal tersebut sama sekali tidak terasa.

"Saya itu olahraganya paling banter jogging. Jadi, kalau tidak pake legging, rasanya benar-benar tidak nyaman," kata perempuan berhijab ini.

Legging yang digunakan untuk salah satu pelengkap berolahraga dibenarkan oleh salah satu penjual pakaian di Palembang, yakni Andre. Pemilik toko pakaian di wilayah Jl Kolonel H Barlian Sukarami Palembang ini mengatakan, dari penuturan beberapa konsumen, legging yang mereka beli digunakan untuk berolahraga, selain tentunya untuk sekedar santai di rumah ataupun jalan-jalan.

"Yang paling banyak dicari untuk olahraga itu yang polos. Harganya mulai dari Rp 30 ribu hingga ratusan ribu rupiah," kata Andre.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved