Breaking News:

Karena Sakit, Jaksa Urung Eksekusi Makawi

"Karena kondisinya masih dirawat, eksekusi penahanan kita tunda. Kita akan lihat kembali kondisinya dalam sepekan ini,"

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Berdasarkan perintah eksekusi yang dikeluarkan oleh Makamah Agung (MA) RI, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang akan melakukan eksekusi berupa penahanan untuk Makawi SH MH. Namun, penahanan urung dilakukan karena yang bersangkutan dikabarkan sakit.

Dikatakan salah satu tim eksekusi Kejari Palembang, Gunawan SH, pihaknya akan menjalankan perintah MA atas  Makawi pada Rabu (28/9/2016). Namun, begitu didatangi, terpidana dua tahun penjara kasus penipuan atas seseorang bernama Raden itu masih dalam perawatan pihak rumah sakit.

"Karena kondisinya masih dirawat, eksekusi penahanan kita tunda. Kita akan lihat kembali kondisinya dalam sepekan ini," kata Gunawan.

Kondisi kesehatan Makawi turun drastis ketika dirinya dihadirkan di PN Palembang pekan lalu. Saat itu, mengetahui akan dipenenjara dua tahun, Makawi yang berprofesi sebagai notaris jatuh pingsan. Padahal, sepekan silam, Makawi sudah seharusnya dieksekusi oleh tim kejaksaan. Makawi pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan dan dalam sepekan ini ternyata belum menunjukkan perkembangan signifikan.

"Dari informasi yang kita dapat, dia menderita sakit kadar gula tinggi. Saat ini sedang menjalani rawat jalan di RS Charitas maka eksekusi ditunda.Namun,pekan depan eksekusi akan kita jalankan sesuai dengan putusan Mahkamah Agung," kata Gunawan.

Diketahui, Abdul Aziz SH MH selaku jaksa menjerat Makawi dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur pada pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Makawi divonis hakim PN selama dua tahun penjara. Ia lalu mengajukan banding dan kasasi yang pada akhirnya menguatkan putusan di PN Palembang.

Makawi diduga melakukan penggelapan dan penipuan atas korban Raden sebesar Rp 300 juta. Uang tersebut diperuntukan untuk membayar satu unit ruko, di kawasan sekip, yang diberikan kepada terdakwa. Namun, diduga ia gelapkan hingga berujung laporan polisi dan dihadapkan ke persidangan.

Editor: Refly Permana

Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved