Dituduh Jadi Informan Polisi, Niko Nyaris Tewas Dikeroyok Tetangganya

Lantaran dituduh menjadi informan polisi, Niko (28), nyaris kehilangan nyawa karena dikeroyok tetangganya.

SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Niko (28), korban kasus pengeroyokan yang mengalami luka bacok di kepalanya saat melapor ke petugas SPKT Polresta Palembang, Rabu (28/9/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Lantaran dituduh menjadi informan polisi, Niko (28), nyaris kehilangan nyawa karena dikeroyok tetangganya. Kondisi Niko babak belur dengan kepala mengalami luka akibat sabetan senjata tajam (sajam).

"Saya dituduh informan polisi, saya hampir mati dikeroyok pakai senjata tajam. Saya dikeroyok tetangga saya yang jumlahnya tiga orang," ujar Niko ketika melapor ke petugas SPKT Polresta Palembang, Rabu (28/9/2016).

Kepada petugas, Niko melaporkan tetangganya bernama Hendri, Edo dan Toni. Niko dikeroyok ketiga terlapor di dekat tempat tinggalnya kawasan Jalan Mujahidin Lorong Khotib ‎III Kelurahan 26 Ilir Kecamatan IB I Palembang, Rabu (21/9/2016).

"Saya sudah seminggu dirawat di rumah sakit, makanya baru sekarang saya melapor ke polisi. Tetangga saya itu salah paham, karena rumahnya digrebek polisi, padahal saya tidak tahu apa-apa," ujarnya.

Sebelum terjadi pengeroyokan terhadap Niko, rumah terlapor Hendri dilakukan penggrebekan oleh sejumlah anggota polisi. Usai penggerebekan tersebut, terlapor Hendri menduga jika Niko adalah informan polisi. Dia langsung mendatangi kediaman Niko dan membacok kepala  Niko.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk MH mengatakan, laporan korban sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti.

"Pastinya laporan sudah diterima dan pelapor yang menjadi korban sudah dimintai keterangannya. Petugas akan melakukan penyelidikan lebih lanjut yang ditangani petugas Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang," ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved