Dipanaskan, Santan Hasilkan Lemak Jahat
karena saat proses pemanasan terjadi berulang ulang, lemak yang terdapat pada santan akan berubah menjadi lemak jahat
Penulis: Andi Wijaya | Editor: wartawansripo
SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Santan banyak digunakan sebagai perasa yang menyedapkan masakan menjadi gurih. Cairan berwarna putih hasil perasan kelapa parut dengan penambahan air ini ternyata mengandung senyawa nonilmetilketon yang akan menimbulkan wangi setelah dipanaskan dengan suhu tinggi.
Menurut Dr Julius Anzar SpA, seorang ahli gizi dan nutrisi, santan memang baik dan diperlukan untuk tubuh sebagai suplai lemak nabati. Dalam cairan, terdapat asam laurat yang merupakan salah satu nutrisi penting untuk otak. Asam laurat diperlukan oleh anak-anak hingga orang dewasa dalam batas jumlah tertentu.
Namun, santan yang digunakan dalam masakan olahan sayur dan lauk tidak boleh didiamkan lebih dari satu malam atau dipanaskan kembali dan lebih baik segera dihabiskan.
“Lebih baik jangan diinap apalagi dipanaskan berulang-ulang. Jadi satu kali masak, kemudian sebaiknya langsung dimakan sampai habis,” katanya.
Lanjutnya, menghangatkan santan berulang-ulang kali sangat tidak baik, karena saat proses pemanasan terjadi berulang ulang, lemak yang terdapat pada santan akan berubah menjadi lemak jahat yang beresiko menimbulkan kolesterol.
"Santan juga tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/santan_20160928_185845.jpg)