Ragamku

Pria Terintimidasi, Jika Wanita Berpenghasilan Tinggi

Menurut survei yang digelar oleh majalah gaya hidup, Grazia, sebanyak 10 persen wanita di dunia merasa bersalah karena memiliki penghasilan lebih ting

Pria Terintimidasi, Jika Wanita Berpenghasilan Tinggi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Menurut survei yang digelar oleh majalah gaya hidup, Grazia, sebanyak 10 persen wanita di dunia merasa bersalah karena memiliki penghasilan lebih tinggi dari suami atau pasangannya.

Berita Lainnya: Penghasilan Istri Lebih Tinggi, Suami Bisa Disfungsi Ereksi

Survei itu juga menyebutkan bahwa penghasilan wanita yang lebih besar memengaruhi hubungan. Mayoritas hubungan yang dijalani oleh pasangan di mana wanita berpenghasilan tinggi ketimbang pria berakhir kandas.

Umumnya, hubungan berakhir karena dipicu perselingkuhan yang dilakukan oleh pihak pria.

“Saya pikir, pria merasakan penolakan dan guncangan ego ketika penghasilannya lebih rendah dari pasangan,” jelas Diana Goss, Psychosexual and Relationship Therapist.

Menurut Goss, uang merupakan persoalan sensitif dan bisa menumbuhkan rasa cemburu pada pria ketika penghasilannya kecil.

Zaman yang modern, kata Goss, tidak mengubah pemikiran pria bahwa mereka harus menjadi tulang punggung keluarga.

Alhasil, ketika tanggungjawab itu gagal terwujud, maka pria akan merasa benar-benar putus asa dan bisa menyalahkan pasangan.

“Pria dewasa di zaman sekarang, mereka tumbuh dengan bibit pemikiran tradisional, yakni pria dalam segala aspek kehidupan merupakan pemimpin keluarga,” urainya.

Perbedaan penghasilan sangat berpotensi menciptakan konflik yang berujung pada perceraian atau perpisahan.

Sementara itu, Nigel Summerton, Couple Counsellor, ketidaksanggupan pria beradaptasi dengan kesetaraan jender dan emansipasi wanita menimbulkan masalah yang sangat sensitif.

Pasalnya, gerakan emansipasi mendorong wanita untuk lebih mandiri dan tidak mengandalkan orang lain dalam menjalani kehidupan.

Pria yang merasa terintimidasi melihat wanita mandiri dan mapan sebagai daya tarik sekaligus ancaman.

“Mereka menyukai sosok wanita cerdas yang sukses, tetapi mereka tidak cukup percaya diri untuk menjadi pendamping mereka,” pungkas Summerton.

Penulis : Kontributor Female, Rakhma
Sumber : So Feminine.co.uk

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved