Breaking News:

PDI Perjuangan Sumsel Siap Menangkan Pilkada DKI, Galang Pendukung Hingga Kirim Tim Kampanye

Siapa pun yang diusung Dewan Pimpinan Pusat untuk maju di DKI pastilah yang terbaik.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua DPD PDIP Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Selatan siap terjun memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Dengan berbagai strategi dan kekuatan yang dimiliki Sumsel akan all out mendukung calon yang direkomendasikan DPP PDI Perjuangan.

Menurut Ketua DPD PDIP Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM pihaknya siap menjalankan instruksi partai yang memutuskan calon untuk Pilkada DKI.

"Siapa pun yang diusung Dewan Pimpinan Pusat untuk maju di DKI pastilah yang terbaik. Kami banteng Sumsel siap memenangkan calon tersebut. Penduduk Sumatera Selatan di DKI cukup banyak, mereka akan kita rangkul untuk ikut serta memenangkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan. Dukungan juga kita berikan dengan menurunkan kader kader terbaik Sumsel yang akan diperbantukan pada tim pemenangan," ungkap Giri yang juga Ketua DPRD Sumsel, Senin (20/9/2016).

Giri mengatakan, Sumsel juga akan menghadapi 10 Pilkada pada 2018 mendatang.

Ajang Pilkada DKI menjadi kesempatan berlatih kader banteng Sumsel, dengan begitu bisa diaplikasikan untuk Pilkada Sumsel.

"Gelanggang DKI menjadi tempat mengasah kemampuan kader terbaik yang akan dilibatkan dalam tim pemenangan dan mengasah kemampuan untuk pertarungan 2018 mendatang," kata keponakan Megawati tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya saat ini DPP mengadakan rapat terkait pemilihan kepala daerah DKI 2017.

"Hari ini akan dibicarakan tentang penetapan kandidat sekaligus pendaftaran ke KPU," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.

Djarot mengatakan Jakarta menjadi salah satu kawasan skala prioritas bagi PDIP di tingkat pusat.

Karena itu partai berlambang kepala banteng itu akan mengadakan rapat khusus pada Selasa, 20 September 2016, untuk memutuskan apakah akan mengusung pasangan Ahok-Djarot atau lainnya.

Ahok-Djarot merupakan pasangan Gubernur DKI dan Wakil Gubernur DKI saat ini.

Djarot menuturkan, untuk daerah lain yang sama-sama melaksanakan pilkada, PDIP telah memutuskan agar pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum dilakukan pada 21 September 2016, pukul 1 siang usai shalat dzuhur.

"Tapi untuk provinsi khususnya di Jakarta belum putuskan apakah harus tanggal 21 atau 22. Tapi yang jelas sebelum 23," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved