Ubi Jalar, Karbohidrat Kaya Gizi Pengganti Nasi dan Antioksidan Tinggi

Masyarakat juga dapat mengolahnya menjadi berbagai jenis panganan, baik dikukus, rebus, panggang, atau dikeringkan menjadi tepung.

Ubi Jalar, Karbohidrat Kaya Gizi Pengganti Nasi dan Antioksidan Tinggi
http://www.maitreyavoice.com
Ubi Jalar.

SRIPOKU.COM - Sebagai negara agraris dengan sumber daya alam melimpah, sumber utama karbohidrat orang Indonesia masih didominasi oleh beras.

Padahal, banyak alternatif karbohidrat lain dengan kandungan gizi lebih tinggi.

Pangan lokal yang bisa dijadikan sumber karbohidrat selain beras adalah umbi-umbian.

Sayangnya, konsumsi bahan pangan non-beras tersebut tiap tahun menunjukkan penurunan.

Data menunjukkan, terjadi pergeseran pola konsumsi pangan pokok di Indonesia.

Pada tahun 1954, konsumsi beras mencapai 53,9 persen, umbi-umbian 22 persen, jagung 19 persen, dan kentang 5 persen.

Pada tahun 1987, konsumsi beras menjadi 81 persen, ubi kayu 10 persen, dan jagung 7,8 persen. Perubahan pola konsumsi terus berlanjut. Pada tahun 1999 konsumsi ubi tinggal 8,8 persen dan jagung 3,1 persen.

Pada tahun 2010, pangan non-beras (ubi, jagung, kentang), dalam konsumsi pangan di Indonesia hampir tidak ada.

"Terlalu bergantung pada satu komoditi berbahaya bagi ketahanan pangan," kata Prof.Ali Khomsan, Guru Besar Gizi Masyarakat dari Insitut Pertanian Bogor dalam temu media di Jakarta (5/9/2016).

Ali mengatakan, ubi jalar merupakan alternatif pangan yang kurang digarap.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved