Redam Gejolak Harga, Beras di Gudang Masih Cukup

BPS mewanti-wanti kenaikan harga beras bulan September melihat rekam kenaikan harga gabah di bulan Agustus 2016. Perum Bulog pun memastikan stok bera

KOMPAS.com/Sabrina Asril
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mewanti-wanti kenaikan harga beras bulan September melihat rekam kenaikan harga gabah di bulan Agustus 2016. Perum Bulog pun memastikan stok beras di gudang masih cukup untuk intervensi pasar.

Berita Lainnya: Tekan Harga Beras, Bulog Percepat Distribusikan Raskin

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menuturkan, posisi terakhir stok beras di gudang Bulog mencapai 2,05 juta ton, terdiri dari beras bersubsidi sebanyak 1,87 juta ton dan sisanya nonsubsidi.

Sedangkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat masih sekitar 120.000-130.000 ton. Dengan demikian, Djarot menegaskan bahwa intervensi terus akan dilakukan melihat kondisi pasar.

"Selama ini kami rutin melakukan intervensi supaya jangan terjadi gejolak harga. Mungkin kalau terjadi gejolak yang tidak wajar, kami akan lakukan operasi pasar yang lebih besar lagi," kata Djarot kepada Kompas.com, Jumat (2/9/2016).

Djarot menambahkan, pedagang beras di luar Bulog dan petani juga pasti akan mengeluarkan stok gabah dan beras yang masih menumpuk di gudang mereka, sisa hasil panen raya dua-tiga bulan lalu.

Gabah yang akan masuk ke penggilingan dan kemudian dipasok ke pasar dalam bentuk beras diharapkan dapat meredam potensi kenaikan harga bulan ini.

"Pedagang atau petani akan mulai giling gabah untuk dilepas ke pasar. Mereka kan mengganti stok gabah. Gabah lama dikeluarkan, gabah baru disimpan," ungkap Djarot.

Meski begitu, Djarot menegaskan apabila terjadi gejolak harga beras yang tidak wajar di September, pihaknya akan melakukan operasi pasar yang lebih besar.

"Ya pasti itu. Saya akan mencoba mengisi pasar utamanya dengan nonsubsidi, yang subsidi juga terus dikeluarkan. Karena di musim seperti ini memang gabah tidak sebanyak di musim panen raya, supply-demand memang agak terganggu," kata Djarot.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved