Jelang Hari Raya Kurban, Kambing Belum Dilirik

"Mungkin karena anjloknya harga sejumlah komoditi perkebunan, gak tau juga Pak. Yang jelas bakal sepi penjualan hewan kurban tahun ini," ujarnya.

Jelang Hari Raya Kurban, Kambing Belum Dilirik
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Hewan kurban kambing yang dijajakan di kawasan Balay Yasa Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Jelang Lebaran Idul Adha 1437 H yang tinggal dua pekan lagi, permintaan hewan kurban di Kabupaten Lahat masih sepi. Hal ini diakui oleh sejumlah pedagang hewan kurban, diantaranya para pedagang kambing yang berada di sejumlah lapak dekat Balai Yasa Kelurahan RD. PJKA, Kecamatan Kota Lahat.

Masdar (42), salah seorang pedagang kambing di salah satu lapak ini mengatakan, jika berkaca pada tahun lalu, biasanya sudah ada permintaan akan hewan kurban khususnya kambing, memasuki dua pekan jelang Lebaran sudah ada peningkatan meskipun belum signifikan.

Namun diungkapkannya, sejauh ini jangankan pembeli, yang sekedar bertanya mengenai informasi harga pun masih jarang ditemui.

"Kayaknya jangankan beli melirikpun tidak. Hari ini saja belum ada yang laku, Pak,"kata Masdar, sambil ketawa kecil melihat penjulan sepi, ketika dibincangi di lokasi, Jumat (26/8)

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibrahim (45), pedagang kambing di lokasi yang sama. Menurutnya, penjualan hewan kurban pada Lebaran Idul Adha tahun ini bakal cenderung menurun dibandingkan tahun lalu. Jika pada tahun lalu omset yang diperolehnya bisa mencapai Rp50-100 juta, pada tahun ini ia mengaku pesimis.

"Mungkin karena anjloknya harga sejumlah komoditi perkebunan, gak tau juga Pak. Yang jelas bakal sepi penjualan hewan kurban tahun ini," ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya harga kambing yang dijualnya masih seperti biasa, yakni Rp.4 juta untuk kambing yang usia 3,5 tahun, Rp.3 juta untuk yang usia tiga tahun dan Rp.1,5 juta untuk yang usia satu tahun. Kalaupun ada kenaikan harga kedepan, dikatakankannya, hal ini akan disesuaikan dengan tingkat permintaan. "Tergantung tingkat permintaannya kalau masalah harga. Kami belum bisa memastikan," ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengaku masih akan menambah lagi jumlah hewan dagangannya yang dipasok dari Lampung itu. Untuk saat ini, ada sekitar 30 ekor kambing yang dijajakannya. "Ini mau nambah lagi, rencananya. Kalau-kalau saja beberapa hari kedepan sudah ada peningkatan permintaan," harapnya seraya menambahkan, bahwa jenis kambing yang dijualnya terdiri dari kambing 'air tawar' dan kambing 'dusun'.

Sementara itu, pantauan di Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di RT 02 RW 01 Kelurahan Pasar Bawah Kecamatan Kota Lahat juga tampak lengang. Bahkan, tidak ada seorang penjaga pun dijumpai di rumah potong ini. "Dak katek penjagonyo, kak," ujar salah seorang remaja ditanya saat berada di sekitar RPH milik Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi ini. CR22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved