Bupati Muzakir Sai Sohar Ajak SKPD Berhemat
"Saya minta semuanya kencangkan ikat pinggang. Pengeluaran yang penting-penting saja," ujar Muzakir.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Dengan turunnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat, Pemkab Muaraenim meminta seluruh SKPD untuk berhemat. Hal tersebut diungkapkan Bupati Muaraenim H Muzakir pada rapat koordinasi antar SKPD di aula Bappeda Muaraenim, Senin (22/8/2016).
"Saya minta semuanya kencangkan ikat pinggang. Pengeluaran yang penting-penting saja," ujar Muzakir didampingi Wabup Nurul Aman dan Sekda Hasanudin.
Menurut Muzakir, bahwa pada tahun 2017 mendatang diperkirakan APBD Kabupaten Muaraenim turun dari Rp 2,4 triliun menjadi sekitar Rp 1,7 triliun, atau berkurang sekitar Rp 600 - 700 milyar. Dan untuk APBD Perubahan, diperkirakan juga tidak akan ada tambahan baik dari pusat maupun Propinsi.
"Jangan berharap kita dibayar oleh Pemprop Sumsel, sebab mereka juga mengharapkan DBH dari pusat," ujar Muzakir.
Dikatakan Muzakir, kondisi pemotongan DBH dari pusat ini seluruhnya dialami oleh pemerintah daerah dan Propinsi di Indonesia. Untuk DBH yang kita tagih dari pusat sekitar Rp 168 milyar dan Propinsi Rp 70 milyar.
Posisi kas saat ini kesulitan, dan kita masih menunggu dari pusat dan propinsi. Kita meminta seluruh SKPD jangan mengeluarkan dana yang tidak seharusnya dikeluarkan, hanya priortas saja.
Seperti perjalanan dinas yang sifatnya konsultasi ditelepon saja, tidak usah harus pergi keluar daerah. Jika cukup melalui telepon atau internet, gunakan fasilitas yang ada saja.
"Meski kas menipis, saya minta para PNS untuk tetap bekerja dengan semangat dan ikhlas melayani masyarakat," ujar Muzakir.(ari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hemat_20160823_004534.jpg)