Breaking News:

Warga Perumahan Griya Lestari Muaraenim Takut Terbakar

Akibat kebocoran tersebut, seluruh selokan dipenuhi oleh minyak mentah berwarna hitam serta menebarkan bau kondensat yang menyengat pernapasan.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Mobil tangki sedang menyedot minyak tumpahan akibat pipa Pertamina bocor. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Sebagian besar warga Perumahan Griya Lestari, khawatir terjadi kebakaran dipemukimannya. Sudah beberapa hari ini, genangan minyak mentah milik PT Pertamina (eks PT Pilona) memenuhi saluran air di sekitar rumah mereka, di pinggir Jalan Triton, perumahan Griya Lestari. Depan Andalas III, Kelurahan Pasar I, Muaraenim, Minggu (21/8/2016).

Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun dilapangan, bahwa kebocoran pipa minyak mentah milik PT Pertamina EP Limau yang dahulunya adalah milik PT Pilona tersebut sudah terjadi sekitar empat hari yang lalu.

Akibat kebocoran tersebut, seluruh selokan dipenuhi oleh minyak mentah berwarna hitam serta menebarkan bau kondensat yang menyengat pernapasan. Dan semenjak kejadian tersebut, warga khawatir bisa terjadi kebakaran setiap saat.

"Kemarin beberapa warga sudah melakukan tes uji coba cairan di got ini, dan ketika kayu dicelupkan dan dibakar ternyata langsung terbakar. Makanya kami takut, jika ada yang tidak sengaja melepar rokok dan sebagainya," ujar Imron (38) salah seorang Warga Griya Lestari.

Menurut Imron, pihaknya sudah meminta kepada Pertamina untuk bertanggungjawab yakni secepatnya melakukan penanganan tersebut seperti menyedot ataupun membuang sisa-sisa genangan minyak mentah yang ada di selokan warga.

Karena bisa saja nanti ada orang yang melempar puntung rokok dan menyebabkan terjadinya kebakaran. Jangan sampai nantinya sudah terjadinya kebakaran atau korban, pihak Pertamina baru mau serius menanganinya.

Sebab jika melihat penanganan yang dilakukan saat ini sepertinya belum maksimal dan terlalu lama.

Ketika di konfirmasi ke Asmen Humas dan Legal Pertamina EP Limau Galih, mengaku masih cuti, dan belum mendapatkan laporan masalah tersebut. Namun pihaknya akan secepatnya melakukan cross chek ke petugas di lapangan dulu.

"Terimakasih Pak, atas informasinya. Maaf, saya sedang cuti, tapi nanti akan saya cek, sebab saya juga belum dapat laporannya," ujar Galih ramah.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved