Efisiensi Luar Biasa, Dipastikan Tak Ada Penambahan Kelas Baru

Anita juga menyoroti pelaksanaan sekolah gratis di Sumsel yang menurutnya belum berjalan maksimal.

Efisiensi Luar Biasa, Dipastikan Tak Ada Penambahan Kelas Baru
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati SH MH 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati SH MH prihatin efisiensi anggaran 2016 yang luar biasa. Politisi Partai Golkar ini memastikan tidak ada pembangunan penambahan kelas baru.

Menurutnya, efisiensi anggaran yang dilakukan Pemprov Sumsel sebagai akibat pemotongan dana bagi hasil oleh Pemerintah Pusat yang berdampak langsung ke sektor pendidikan.

“Tahun 2016 ini kita mengalami efisiensi luar biasa. Jadi, penambahan kelas baru belum dapat dilakukan. Harapannya, di tahun 2017 mendatang, anggaran pendidikan jadi urusan wajib, begitu juga dengan anggaran kesehatan,” ungkap Anita yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Sumsel.

Anita juga menyoroti pelaksanaan sekolah gratis di Sumsel yang menurutnya belum berjalan maksimal. Masih banyak sekolah penerima dana sekolah gratis, namun tetap menarik biaya dari siswa.

“Ke depan, kita harus buat MoU dengan sekolah-sekolah penerima dana sekolah gratis, agar mereka tidak lagi menuntut biaya ke siswa. Jika masih ditemukan harus ada sanksi tegas, seperti alokasi dana sekolah gratisnya diputus,” kata istri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Sigit Wibowo, ini.

Dikatakan Anita, alasan sekolah yang masih memungut biaya ke siswa adalah karena ada kesepakatan dari komite sekolah, tidak boleh dijadikan patokan. Artinya, pungutan itu tidak boleh bersifat wajib.

“Bagi wali murid yang mampu dan ingin menyumbang ke sekolah, silahkan saja, tetapi bagi mereka yang tidak mampu tidak boleh dipaksa,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved