Selain Gula, Daging juga Bisa Sebabkan Kegemukan

Masalah kegemukan selama ini selalu dikaitkan dengan konsumsi makanan yang tinggi gula atau manis. Padahal, banyak makan daging pun berefek sama buruk

Editor: Bedjo

SRIPOKU.COM - Masalah kegemukan selama ini selalu dikaitkan dengan konsumsi makanan yang tinggi gula atau manis. Padahal, banyak makan daging pun berefek sama buruknya terhadap penambahan berat badan. Namun, bukan kandungan lemak dan karbohidrat pada daging yang menyebabkan naiknya berat badan.

Berita Lainnya: Kegemukan, Bikin Daya Ingat Menurun

Menurut para peneliti dari Universitas Adelaide, yang membuat kegemukan karena makan daging justru kandungan proteinnya.

Wenpeng You dari Universitas Adelaide menjelaskan, lemak dan karbohidrat lebih cepat dicerna dalam tubuh dibanding protein.

Sementara itu, lemak dan karbohidrat juga memasok energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena protein dicerna lebih lambat, energi dari protein bisa menjadi berlebihan. Kandungan yang berlebihan akan diubah dan disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

"Protein dalam daging lah yang bertanggung jawab pada terjadinya obesitas," kata dia.

Peneliti menyimpulkan, protein memang sangat dibutuhkan untuk melengkapi nutrisi tubuh. Namun, jika berlebihan ternyata bisa menyebabkan obesitas.

Profesor Maciej Henneberg mengatakan, temuannya ini menuai kontroversial, karena menyebut kandungan protein dalam daging yang lebih berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, sama halnya seperti konsumsi gula.

Meski demikian, peneliti juga mendapat korelasi yang kuat antara ketersediaan daging di suatu negara dengan tingkat obesitas.

Penulis : Dian Maharani
Sumber : Independent

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved