Semester Pertama 2016, PT Lonsum Bukukan Penjualan Konsolidasi Rp 1,65 T‎riliun

PT PP Lonsum membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp1,65 triliun‎.

Tayang:
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Ahmad Sadam Husen
skanaa.com

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- ‎PT PP London Sumatra (Lonsum) Indonesia Tbk mengumumkan hasil laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2016 (1H2016).‎ Dalam laporan kinerja keuangan, PT PP Lonsum Indonesia Tbk semester pertama 2016 itu, PT PP Lonsum membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp1,65 triliun‎.

"PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) pada hari ini mengumumkan hasil laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 (1H 2016). Pada periode ini, PT Lonsum membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp1,65 triliun," ungkap Anggoro Santoso, E-CSR and Communications, PT PP Lonsum Indonesia Tbk‎, dalam rilisnya yang dikirimkan melalui email, kepada Sripoku.com, (12/8/2016).

Dijelaskan, dengan membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp1,65 triliun‎, maka terjadi penurunan penjualan atau 20,5 persen lebih rendah dibandingkan penjualan Rp2,08 triliun pada semester pertama tahun 2015 (1H 2015). Menurutnya, penurunan penjualan konsolidasi perseroan disebabkan terutama oleh penurunan volume penjualan untuk produk sawit serta karet dan lebih rendahnya harga jual rata-rata untuk minyak sawit dan karet.

Diungkapkan, komposisi penjualan pada 1H 2016 adalah, untuk produk sawit 90,1 persen, karet 5,3 persn, benih bibit 3,1 persen dan lainnya 1,5 persen. Sedangkan komposisi penjualan pada 1H 2015 adalah, untuk produk sawit 90,4 persen, karet 6,4 persen, benih bibit 2,2 persen dan lainnya 1,0 persen.

Lebih rendahnya produksi TBS inti dan eksernal pada semester pertama tahun 2016 menyebabkan turunnya pendapatan Lonsum. Sehingga laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun 63,6 persen menjadi Rp112,5 miliar dengan marjin laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 6,8 persen. Pada akhir periode ini, total aset yang dimiliki mencapai sekitar Rp8,7 triliun dan Lonsum masih memiliki posisi keuangan yang sehat dengan posisi kas bersih.

Benny Tjoeng selaku Presiden Direktur PT Lonsum mengatakan, semester pertama tahun 2016 merupakan periode yang menantang bagi para produsen kelapa sawit di Indonesia. Lebih rendahnya produksi dikarenakan dampak El Nino yang terjadi pada tahun 2015 telah mempengaruhi kinerja perusahaan saat ini.

"Walaupun, kami masih menghadapi kondisi yang cukup menantang, Lonsum masih memiliki fundamental yang kuat. Didukung oleh lahan kelapa sawit yang belum masih menghasilkan sekitar 12.000 ha, kami yakin bahwa hal tersebut akan mendorong pertumbuhan Lonsum di masa depan.” ungkap Benny Tjoeng.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved