Pelajar SD Keracunan Susu Kedelai

Susu Kedelainya Warna Warni

"Warna susu kedelainya ada yang putih dan warna pink. Baru sekali itu penjual susu kedelai datang ke sekolah kami,"tambah Claudia.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Belasan pelajar SD diduga keracunan susu kedelai saat diRSUD Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Adel Basela (10) salah satu siswa SD Negeri 8 Desa Tanjung Payang, kecamatan Lahat yang menjadi korban keracunan yang diduga akibat mengkonsumsi susu kedelai yang dibeli saat jam istirahat sekolah mengaku susu kedelai yang ia minum bersama 14 temanya sekolahnya tidak enak.

Meski demikian dirinya tidak menyadiri jika susu kedelai yang ia minum tersebut akan membuat perutnya sakit hingga pingin muntah.

"Pas istirahat tiba tiba ada bapak bapak menggunakan sepeda motor menjual susu kedelai. Karena banyak teman yang beli saya juga beli. Tapi pas saya minum memang gak enak,"ungkapnya ditemui saat mendapat perawatan di RSUD Lahat, Selasa (9/8).

Tidak lama, dikatakan Adel, setelah ia dan teman temanya kembali masuk kelas tiba tiba perut terasa sakit, mual dan pingin muntah.

"Warna susu kedelainya ada yang putih dan warna pink. Baru sekali itu penjual susu kedelai datang ke sekolah kami,"tambah Claudia Wulandari, siswi yang juga menjadi korban keracunan.

Kepala sekolah SD Negeri 8, Erni Eryanti, SPd mengatakan kejadian tersebut bermula ketika banyaknya siswa yang mengalami sakit perut dan pingin muntah.

"Siswa usai istirahat kembali masuk kelas. Namun belum lama proses belajar mengajar dimulai, satu persatu siswa izin keluar kelas karena mengaku sakit perut. Para gurupun heran dan langsung menanyai siswa," terangnya.

Atas insiden tersebut iapun langsung meminta menghentikan proses belajar mengajar sehingga bisa segera mengobati para siswa yang mengalami sakit perut mual dan muntah ke RSUD Lahat.

Dikatakan Erni susu kedelai dibeli siswa di komplek sekolahan yang ditawarkan seorang penjual susu kedelai menggunakan sepeda motor. Menurutnya setidaknya ada 15 siswa yang mengalami kondisi tersebut dan enam diantaranya harus dirawat inap di RSUD Lahat.

"15 siswa terdiri dari kelas III dan Siswa kelas V. Sebungkus susu kedelai dibeli Rp1000 oleh siswa dan katanya warna warni. Saat kita akan cari si penjual sudah menghilang Dan memang seperti baru kali ini berjualan di sekolah kita,"ujarnya.

Sementara, akibat kejadian tersebut 15 siswa harus mendapat perawatan dan enam diantaranya harus dirawat inap lantaran kondisi fisik cukup lemah.

"Hasil pemeriksaan mengarah kepada keracunan. Tadi siswa sempat muntah muntah. Sudah kita berikan pertolongan pertama dan kondisinya sudah membaik," terang dr Nanda, salah satu dokter di RSUD Lahat yang melakukan pemeriksaan.

Terpisah Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka SIK melalui Kasatreskrim AKP Arif Mansyur SIK menuturkan saat ini pihaknya masih mencari keberadaan penjual susu kedelai yang diduga menjadi penyebab keracunan.

"Anggota sudah turun kelapangan dan saat ini sedang mencari si penjual susu kedelai untuk mengetahui apa yang dicampur didalam susu kedelai," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved