Harga Minyak Dunia

Harga Minyak Rendah, Sebabkan Hampir 200.000 Pekerjaan Lenyap

Sejak harga minyak mulai rontok pada pertengahan tahun 2014 silam, harga minyak mentah yang kian murah dianggap menjadi biang keladi pemutusan hubunga

Editor: Bedjo
Harga Minyak Rendah, Sebabkan Hampir 200.000 Pekerjaan Lenyap
www.islamtimes.org
Ilustrasi.

SRIPOKU.COM , NEW YORK – Sejak harga minyak mulai rontok pada pertengahan tahun 2014 silam, harga minyak mentah yang kian murah dianggap menjadi biang keladi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap setidaknya 195.000 posisi pekerjaan di Amerika Serikat.

Berita Lainnya: Stok di AS Turun, Harga Minyak Naik 3 Persen

Hal ini didasarkan pada laporan yang dipublikasikan perusahaan Challenger, Gray & Christmas.

Hal ini tentu menyakitkan, karena sebenarnya pekerjaan di sektor perminyakan di AS menawarkan gaji yang cukup besar.

Goldman Sachs melaporkan, rata-rata gaji di industri migas AS lebih tinggi 84 persen ketimbang rata-rata gaji nasional di negara tersebut.

Sekitar 95.000 posisi dipangkas oleh perusahaan-perusahaan energi pada tahun 2016 saja.

Challenger, Gray & Christmas menyatakan sebagian besar keputusan merumahkan pegawai terjadi pada awal 2016, ketika harga minyak jatuh ke posisi terendah dalam 13 tahun hingga menyentuh 26 dollar AS per barel.

Harga minyak telah kembali menanjak perlahan setelah menyentuh level rendah, namun kembali merosot pada beberapa pekan terakhir hingga berada pada level 40 dollar AS per barel pada pekan ini.

Beberapa perusahaan minyak besar seperti Chevron, hingga perusahaan jasa terkait minyak seperti Schlumberger dan Baker Hughes telah mengumumkan PHK besar-besaran pada tahun ini.

Perusahaan Halliburton saja sudah memangkas lebih dari 30.000 pegawai. Pada kuartal II 2016 ini saja, perusahaan itu telah merumahkan 5.000 orang pegawai.

“Industri (migas) telah terpukul lebih keras dibandingkan yang telah kami lihat selama 15 tahun di bisnis ini, lebih keras ketimbang apa yang terjadi pada 2008,” ujar Jeff Bush, Presiden CSI Recruiting yang merupakan perusahaan perekrutan pegawai khusus sektor migas.

Namun, industri migas AS diprediksi bakal menggeliat dalam kurun waktu hingga dua tahun ke depan.

Goldman Sachs memprediksi industri migas AS akan merekrut 80.000 hingga 100.000 pegawai hingga akhir 2018.

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Sumber : http://money.cnn.com/

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved