Pakde Tiyo, Pejalan Kaki Keliling Indonesia Tiba di Jembatan Ampera Palembang

Sutiyo Suyatno (50) atau akrab disapa Pakde Tiyo si pengeliling Indonesia dengan berjalan kaki ini sudah menghabiskan ratusan pasang sandal jepit.

Pakde Tiyo, Pejalan Kaki Keliling Indonesia Tiba di Jembatan Ampera Palembang
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Sutiyo Suyatno alias Pakde Tiyo, pejalan kaki asal Pekalongan yang akan berkeliling Indonesia saat tiba di Jembatan Ampera Palembang, Jumat (5/8/2016) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Senyum sumringah terpancar jelas dari wajah Sutiyo Suyatno (50) atau akrab disapa Pakde Tiyo, saat menginjakan kakinya di Jembatan Ampera Palembang, Jumat (5/8/2016). Meskipun terlihat lelah dengan beban mendukung tas ransel yang beratnya sekitar 20 kg, Pakde Tiyo tampak semangat dan menyempatkan diri untuk foto-foto.

"Jembatan Ampera memang bagus sekali, selama ini saya lihat di televisi dan akhirnya saya kesampaian juga melihat Jembatan Ampera. Alhamdulillah, akhirnya saya sampai juga di Kota Palembang," ujarnya.

Pakde Tiyo merupakan warga asal Dusun III Boyoteluk Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan Propinsi Jawa Tengah. Selama 16 tahun terakhir, Pakde Tiyo berjalan kaki mengeliling Indonesia. Namun sejak 23 November 2015, Pakde Tiyo berjalan kaki dari kampung halamannya untuk menjalani misi keliling Pulau Sumatera.

"Dari Pekalongan ke Palembang ini saya sudah jalan kaki selama tujuh bulan tujuh hari. Kalau dihitung dengan waktu istirahat, mungkin sembilan bulan lamanya. Saat ini saya fokus untuk keliling Pulau Sumatera dan tujuannya titik nol Aceh beberapa hari ini saya mau keliling Kota Palembang dulu," ujarnya.

Sebagian besar wilayah Indonesia sudah dikelilingi Pakde Tiyo, meskipun meninggalkan keluarganya di Pekalongan, Pakde Tiyo mengakui mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. "Pulau Kalimantan, Pulau Jawa dan Papua sudah saya kelilingi selama 16 tahun lamanya dengan berjalan kaki. Tinggal Pulau Sulawesi yang belu saya kelilingi. Saat ini fokus jalan kaki di Pulau Sumatera," ujarnya.

Berjalan kaki keliling Indonesia dengan menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer, Pakde Tiyo memang unik dengan lainnya. Terutama alas kakinya yang hanya mengandalkan sandal jepit. Bahkan Pakde Tiyo mengaku lupa sudah berapa pasang sandal jepit dihabiskannya dalam menjalani misi keliling Indonesia.

"Waduh mungkin sudah ratusaan sandal jepit. Kalau kira-kira seperti keliling di Pulau Kalimantan, empat propinsi bisa ganti 39 pasang sandal jepit. Selama ini saya pakai sandal jepit dan nyaman saja," ujarnya.

Mengenai tujuannya keliling Indonesia dengan cara berjalan kaki, Pakde Tiyo mengakui hanya sebagai pencinta alam yang mencari keindahan alam Indonesia. "Saya dulunya paranomal, tapi sekarang tidak lagi. Saya sekarang hanya sebagai petani dan lagi keliling Indonesia sebagai pecinta alam yang ttujuannya mencari sejatinya alam," ujarnya.

Selama berkelana keliling Indonesia dengan berjalan kaki, diakui Pakde Tiyo ada suka dan duka. Namun dirinya memang banyak bertemu warga yang baik hati.

"Ada yang bijak dan ada yang tidak peduli. Barang-barang saya pernah dicolong orang, tapi tidak apa-apa. Di jalan banyak juga orang yang baik hati. Setiap hari saya jalan kaki mulainya pukul 8 pagi dan pukul 5 sore siap-siap istirahat. Meskipun di jalan, saya tetap bisa istirahat dengan cara mendirikan tenda," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved