Ngedance Bersama di Karnaval Budaya Sumsel

Selain pakaian adat yang warna-warni, hal unik lainnya yang ditampilkan dalam kegiatan ini adalah perform "nge-DJ" dari para peserra karnaval.

Ngedance Bersama di Karnaval Budaya Sumsel
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Suasana ketika Asisten Kesra, A Najib dan Kadisdik Sumsel ngedance bersama peserta karnaval. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tidak seperti karnaval pada umumnya yang dilakukan di jalan raya, karnaval budaya Sumsel justru digelar di pusat perbelanjaan Palembang Indah Mall (PIM), Selasa (2/8).

Semua peserta karnaval sudah memadati pelataran PIM sejak pukul 14.00 WIB, dengan busana warna-warni yang menjadi ciri khas kabupaten atau kota masing-masing, mulai dari busana suku anak dalam hingga busana karnaval yang beratnya mencapai 40 kilogram.

Meskipun busana yang ditampilkan berhasil memanjakan mata penonton, bukan berarti pakaian ini dibuat dari bahan-bahan mahal. Seperti baju suku anak dalam yang dibawakan oleh siswa SMK Negeri Muratara, Widia Ulandari, baju unik dan mewah ini dibuat darikulit kayu dan dikombinasikan dengan perlengkapan khas suku anak dalam, batu akik khas Muratara, tali hordeng dan bahan-bahan daur ulang lainnya.

Desainer Kostum Karnaval Muratara, Duki Abadianto ST, mengatakan, konsep yang kami sajikan adalah konsep naturalistik "suku anak dalam metamorfosa". Konsep ini diilhami dari suku anak dalam yang ada di Sungai Jernih Muratara. Dalam satu kostum kami bisa menggambarkan kehidupan suku anak dalam dan hasil alam Muratara," ujarnya.

Penggambaran suku anak dalam terlihat dari ornamen yang disematkan pada pakaian karnavalnya, ada bubu (untuk menangkap ikan) piring dari lidi, tampa, serindak. Semua pelengkap ini mencerminkan kehidupan sehari-hari yang ada di sukuanak dalam. Sedangkan ornamen lainnya, seperti batu akik mencerminkan hasil alam Muratara.

Selain pakaian adat yang warna-warni, hal unik lainnya yang ditampilkan dalam kegiatan ini adalah perform "nge-DJ" dari para peserra karnaval. Beratnya baju yang melekat dibadab tidak menyurutkan nian untuk lompat-lompat mengiri DJ yanh memainkan musik. Karena semaraknya, membuat penonton dan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel ikut membaur bersama peserta karnaval.

Presiden Direktur Salatiga Carnival Center, Theodurus Gary Natanael, mengatakan, "tahun ini kami sengaja membuat tema yang berbeda dari yahun sebelumnya. Bahwa busana karnaval juga bisa untuk nge-dance dan seru-seruan bareng," ujarnya.

Suasana ini juga membuat pengunjung mall antusias dan sesekali mengabadikan momen pelajar yang mengenakan pakaian adat modifikasi.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd mengatakan pelaksanaan KarBud tahun ini akan digelar tiga hari di dua tempat yaitu gedung Asrama Haji dan atrium PIM. "Ada 304 peserta nantinya yang akan meramaikan rangkaian karnaval budaya ini. Ini juga yang akan ditampilkan untuk memanjakan tamu-tamu saat Asian Games mendatang," ujarnya.

Dijelaskan, adapun pelaksanaan rangkaian perlombaan pada kegiatan KarBud yaitu diantaranya lomba tari kreasi daerah dan lomba modifikasi pakaian adat. "Temanya kali ini kerajaan Sriwijaya dan Asian Games," tutupnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved