Joko Siswanto: Reshuffle Kabinet Jokowi Ini Ada Kompromi Politik

Pengamat Sosial Politik, Drs H Joko Siswanto MSi menyebut reshuffle kabinet Jokowi sengaja dilakukan untuk melakukan format baru proses pemerintahan.

Joko Siswanto: Reshuffle Kabinet  Jokowi Ini Ada Kompromi Politik
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Drs Joko Siswanto MSi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Reshuflle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi dinilai merupakan proses rekonstruksi politik untuk mengamankan kekuasaan dan memaksimalkan kerja di pemerintahan Jokowi-JK.

Selain itu, keberaadaan partai baru seperti Partai Golkar dan PAN yang bergabung dalam pemerintahan juga, akan menjadi bagian untuk mengamankan kekuasaan pemerintahan.

Pengamat Sosial Politik, Drs H Joko Siswanto MSi menyebut reshuffle kabinet Jokowi sengaja dilakukan untuk melakukan format baru proses pemerintahan.

Keberadan beberapa “teman baru” seperti Partai Golkar dan PAN juga harus diakomodir oleh Jokowi.

“Teman baru itu juga harus diakomidir, tidak mungkin tidak. Maka dalam prosesnya kabinet Jokowi harus memilih mana yang tetap digunakan dan mana yang harus dihilangkan,” kata Joko.

Menurut Joko, para menteri selalu ada kaitannya dengan partai dan individu menteri tersebut. Misalnya, menteri yang profesional dibidangnya akan selalu berkaitan dengan kekuatan politik di baliknya.

“Seperti Wiranto menggantikan Luhut, ada pertimbangan politik didalamnya. Wiranto profesional dibidangnya, dan berpengaruh di partai Hanura,” ujar Joko yang kini menjabat Rektor Universitas Taman Siswa.

Meski Luhut Pandajaitan hanya digeser, tetapi bidang yang dijalani sesuai dengan profesionalisme kerjanya.

“Ini juga ada kompromi politik bagi partai. Buat apa Partai Golkar masuk pemerintah? dan buat apa PAN masuk pemerintah kalau tidak ada jatah,” urainya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved