Rizki Mengalami Hipertensi

Seharusnya tekanan darah berkisar di bawah 120 saja, inilah yang sering terjadi pada kasus kegemukan.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/MOHAMMAD KRISNARIANYAH
Rizki Rahmat Ramadhan, bocah penderita obesitas saat ditunggui ibunya dan kerabatnya di RSMH Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Meski sudah berangsur-angsur membaik dan kondisi kian stabil, Rizki Rahmat Ramadhan (11), bocah obesitas asal Palembang terus dipantau keadaan kesehatannya.

Tim dokter RSMH Palembang yang selama 24 jam selalu mengamati perkembangan dari bocah obesitas yang tengah dirawat di ruang ICU.

Sebelumnya, akibat dari kekurangan asupan oksigen ke otak, menyebabkan Rizki sempat tak sadarakan diri Jumat lalu. Faktor dari adanya tumpukan lemak di bagian pernapasan, ditenggarai menjadi penyebab utama penurunan kesadaran yang dialami bocah obesitas ini.

Namun untuk sekarang, proses pernapasan Rizki sudah terbilang lebih baik dan stabil. Pasca menggunakan alat bantu pernapasan dari mesin ventilator membuat keadaan sang bocah sudah semakin membaik.

“Dari pemeriksaan tadi, kondisinya makin membaik, untuk pernapasan memang tetap dibantu mesin ventilator, namun ini akan secara perlahan kita untuk gantikan. disesuikan dengan Indikator yang ada dan kondisi tubuhnya,” terang dr Julius Azhar SpA (K) selaku tim dokter yang ikut menangangi Rizki, Minggu (24/7/2016).

Dikatakan, kemampuan bernapas Rizki sekarang sudah sangat maju, dimana hampir 50 persen kerja dari paru paru sudah bisa normal, dimana sisanya tetap disuplai dari alat mesin ventilator tadi. Akan tetapi, pihaknya menargetkan penggunaan mesin bantu pernapasan akan bisa dilepas nantinya.

“Mungkin besok sudah bisa dilepas, dan kita gantikan dengan alat Siped. Berbeda dengan Mesin Ventilator, kerja alat ini terbilang lebih otomatis, dimana asupan suplai oksigen akan disesuaikan dengan kebutuhan karena bersifat responsif sekali,” katanya.

Selain memperhatikan permasalahan pernapasan, tim dokter dikatakan Dr Julius tengah mengantisipasi permasalahan penyakit penyerta lainnya yang sudah muncul pada tubuh bocah obesitas ini. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan pada tubuhnya tim dokter menemukan bila sudah ada hipertensi (tekanan darah tinggi).

“Hipertensi sudah ada, namun sudah cepat kita atasi dan obati. Kemarin kita check tekanan darahnya mencapai 170 per 100 yang melebihi normalnya. Seharusnya tekanan darah berkisar di bawah 120 saja, inilah yang sering terjadi pada kasus kegemukan,” tuturnya.

Kedepan pihaknya juga tengah menyiapkan beberapa pilihan yang akan diberikan kepada Rizki. Ada dua poin penting yang diutamakan yakni pemberian asupan nutrisi hingga pelatihan fisik.

Dr Julius mengatakan, saat kondisinya sudah normal dan membaik, maka pemberian kegiatan fisik dengan berolahraga dapat dilakukan misalnya dengan bermain treadmill atau berenang.

“Tentunya asupan yang dimakan dan jumlah kalori lemak yang dibakar harus seimbang, sehingga proses penurutnya bisa terjadi cepat. Target 1 sampai 2 kg berat badannya bisa menurun bila dilakukan secara tepat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemberian edukasi kepada orangtua menjadi tugas yang penting. Pasalnya dengan adanya kerjasama antara keluarga dan dokter, akan mempercepat pemulihan kondisi Rizki dan sangat berdampak baik pada penurunan berat badannya.

“Kita sudah arahkan orang tuanya, untuk tidak memberi makan selain dari rumah sakit, serta menanamkan prinsip bila gemuk itu tidak sehat. Apabila nantinya sudah kembali ke rumah, tetap bisa menjalankan pola hidup sehat yang sudah diberikan,” pungkasnya. (mcr/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved