Polantas Polres Musirawas Pasang Pita Kejut di Titil-Titik Tertentu
Satuan Lalulintas Polres Musirawas melakukan terobosan kreatif dengan memasang garis kejut atau pita kejut
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Satuan Lalulintas Polres Musirawas melakukan terobosan kreatif dengan memasang garis kejut atau pita kejut dan membuat simbol berupa replika atau miniatur yang berhubungan dengan Polantas, di titik-titik rawan kecelakaan lalulintas (Lakalantas).
Garis kejut dipasang di empat titik, replika polantas tujuh titik dan replika mobil patwal di dua titik lokasi.Hal ini dilakukan, guna menekan angka fatalitas lakalantas, khususnya yang disebabkan oleh manusia.
"Kami mencoba membuat suatu alat bantu atau alat peringatan kepada setiap pengendara bahwa akan memasuki daerah rawan lakalantas, berupa garis kejut. Alat tersebut dibuat memanfaatkan ban bekas yang dipotong sesuai ukuran dan dibentangkan dipermukaan jalan sebagai alat peringatan yang akan menimbulkan getaran pada saat ban bersentuhan dengan benda tersebut," kata Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi melalui Kasat Lantas AKP Polin EA Pakpahan, Minggu, (24/7/2016).
Diharapkan, dengan getaran tersebut, bisa memberikan stimulasi atau rangsangan kepada pengendara, agar berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Garis kejut itu sendiri, dilapisi dengan cat berwarna kontras, agar bisa terlihat oleh pengendara.
Terutama pada malam hari, dapat membantu setiap pengendara agar terhindar dari korban laka lantas yang dapat terjadi pada saat pengendara lalai, ngantuk dan tidak melihat ada ancaman, misalnya tikungan dari arah depan.
Selain memasang garis kejut atau pita pengaduh, Satlantas Polres Musirawas juga membuat simbol berupa replika atau miniatur yang berhubungan dengan Polantas. Dikatakan, pemasangan simbol Polantas dititik-titik tertentu ini, berawal dari konsep diri individu, bahwa budaya berlalu lintas yang dianggap masih kurang.
Misalnya, disiplin masyarakat untuk tertib di jalan raya hanya dilakukan apabila ada petugas saja. Sebaliknya, bila tidak ada petugas, maka akan berlaku atau berkendara seenaknya, terutama pada malam hari.
"Didasari persoalan itu, kami mencoba menghadirkannya (simbol polantas), dalam bentuk replika atau miniatur polantas dengan scotlight disetiap lokasi rawan lakalantas. Harapannya, dapat memantulkan sinar kendaraan bermotor yang ada dihadapannya untuk memberikan peringatan dini dalam bentuk aksi pengereman. Sehingga dengan berkurangnya kecepatan sebelum memasuki lokasi tersebut, pengendara dapat mengendalikan kendaraannya," katanya.
Disebutkan, masalah kecelakaan lalulintas bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab Polri saja, tapi juga masyarakat bersama instansi terkait dibidang perhubungan darat atau transportasi angkutan darat khususnya angkutan jalan raya. Dijelaskan, faktor penyebab lakalantas antara lain, manusia, kendaraan, jalan dan cuaca. Keempat elemen tersebut sangat penting untuk dikaji dan dicari solusi yang tepat guna mengeliminir kecelakaan lalu lintas.
"Karena itulah, kami mencoba melakukan terobosan-terobosan kreatif untuk menekan angka fatalitas lakalantas terkhususnya yang disebabkan oleh manusia. Berupa pemasangan simbol polantas dan garis kejut dititik-titik rawan lakalantas. Semoga dengan upaya-upaya ini, korban lakalantas sia-sia di jalan raya dapat ditekan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pasang-pita_20160724_221507.jpg)