Breaking News:

Queen Marah kepada Trump Gara-gara Lagi 'We Are The Champions' Dipakai Kampanye

Queen menyatakan bahwa pihak Trump tidak pernah meminta izin untuk menggunakan lagu itu.

Editor: Soegeng Haryadi
ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
Calon presiden Donald Trump di panggung Konvensi Nasional Partai Republik di Quicken Loans Arena, Cleveland, Ohio, Senin (18/7/2016). 

SRIPOKU.COM -- Donald Trump naik ke panggung Konvensi Nasional Partai Republik dengan iringan lagu "We Are The Champions" milik Queen, Senin (18/7/2016).

Hal itu membuat pihak Queen marah. Melalui akun Twitter-nya, Selasa (19/7/2016), Queen menyatakan bahwa pihak Trump tidak pernah meminta izin untuk menggunakan lagu itu.

"An unauthorised use at the Republican Convention against our wishes – Queen," kata Queen melalui Twitter.

Pihak label Queen, Sony/ATV Music, juga menegaskan protes tersebut melalui pernyataan resmi kepada majalah People.

"Sony/ATV Music tidak pernah diminta izin oleh pihak Mr Trump, tim kampanye Trump, atau Trump Organization, untuk penggunaan lagu 'We Are the Champions'," demikian penjelasan Sony, Selasa.

"Atas nama band Queen, kami menyatakan keberatan atas berulangnya penggunaan tanpa lagu tersebut setelah permintaan sebelumnya untuk tidak lagi menggunakan lagu itu, yang jelas tidak diindahkan Trump dan tim kampanyenya."

Sony/ATV Music menegaskan, Queen tidak ingin musiknya dikaitkan dengan debat politik apa pun dan di negara mana pun.

"Queen juga tidak ingin "We Are the Champion' digunakan untuk mendukung Trump dan pandangan politik Partai Republik," lanjut Sony/ATV Music.

"Kami percaya dan berharap Trump dan timnya menghormati keinginan kami ke depannya."

Ini bukan kali pertama Queen memprotes pihak Donald Trump atas penggunaan lagu itu dalam kampanyenya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved