Siswa di Kabupaten PALI Mulai Sekolah 20 Juli 2016

MOS tidak boleh sepenuhnya diserahkan ke senior atau pelajar melainkan harus ada dampingan dari guru setempat.

Siswa di Kabupaten PALI Mulai Sekolah 20 Juli 2016
TRIBUN SUMSEL/ARI WIBOWO
Kadisdikbud PALI, Abu Hanifah. 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Ari Wibowo

SRIPOKU.COM, PALI -- Jika di daerah lain tahun ajaran baru dimulai Senin (18/7/2016) kemarin, namun di Kabupaten PALI sekolah baru akan dimulai tanggal 20 Juli 2016 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) PALI, Drs Abu Hanifa mengatakan, tanggal 20 Juli 2016 hari pertama masuk sekolah. Menurutnya berbeda masuk sekolah sudah hal biasa.

"Setiap daerah jadwal masuk sekolah hari pertama berbeda, di PALI kita jadwal masuk sekolah baik itu, murid baru atau lama masuknya mulai tanggal 20 Juli," kata Abu Hanifa usai menghadiri rapat paripurna di DPRD PALI, Senin (18/7/2016).

Disisi lain ia mengatakan, sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Pengenalan Lingkungan Sekolah masih diperbolehkan untuk tingkat SLTP dan SLTA. Namun hal tersebut dilakukan dengan cara yang manusiawi tanpa kekerasan dan perpeloncoan.

"MOS masih diperbolehkan, dengan catatan harus manusiawi, tanpa kekerasan tidak boleh berbuat aneh-aneh atau hal yang negatifnya. Tujuan MOS ini untuk mengenali lingkungan," kata Abu.

Dia menambahkan, MOS tidak boleh sepenuhnya diserahkan ke senior atau pelajar melainkan harus ada dampingan dari guru setempat.

"MOS akan didampingi guru sekolah setempat, tidak ada lagi diserahkan kepada kakak tingkat murid baru untuk melakukan MOS," kata dia.

Meski pun begitu, lanjut Abu, pihak dari Disdikbud, tidak melakukan pengawas terhadap MOS, akan tetapi diserahkan ke sekolah yang diawasi guru, maka pihaknya tidak segan memberikan sangsi ke sekolah jika melakukan kekerasan terhadap peserta MOS.

"Jika ada perpeloncoan, kita akan memberikan sanksi kepada sekolah yang bersangkutan, baik teguran tertulis maupun lisan bahkan bisa dipidanakan," jelas Abu‎.

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved