Pantauan Udara Wilayah OKI Belum Terlihat Titik Api

Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk di titik-titik yang memang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan.

Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kapolres OKI, AKBP Amanzona didampingi Humas PT Bumi Andalas Permai, Effendi saat ditemui di Bandara SMB II Palembang usai melakukan pemantauan titik api melalui udara di kawasan Kabupaten OKI, Sabtu (16/7/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guna melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memiliki lahan gambut terluas di Sumsel, jajaran Polres OKI, Jumat (15/7/2016), melakukan pantau titik api dari udara dengan menggunakan helikopter milik PT Bumi Andalas Permai.

Dalam pemantaun yang dilakukan kurang lebih selama dua setengah jam tersebut, langsung dipimpin oleh Kapolres OKI, AKBP Amanzona dan didampingi Humas PT Bumi Andalas Permai, Effendi.

Ditemui usai melakukan pemantauan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (16/7/2016), AKBP Amazona mengatakan, dari hasil pemantauan yang dilakukan, di wilayah OKI hingga sejauh ini tidak ditemukan adanya titik api.

Namun, meski pun demikian, pihaknya akan tetap mewaspadai akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk di titik-titik yang memang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan. Di setiap titik yang rawan sudah disiapkan kantong-kantong air," ungkapnya.

Sudah kita ketahui, dikatakan orang nomor satu di Korps Bhayangkara Polres OKI ini, Sumsel merupakan pengekspor asap terbesar jadi untuk tahun ini ia berharap tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan di Sumsel khususnya wilayah OKI.

"Kami juga sudah ingatkan baik kepada masyarakat sekitar maupun pihak perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara yang dibakar karena jelas dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan dan kerugian dari segi ekonomi, dsn jika masih ada yang mencoba untuk membakar lahan sanksinya sangat tegas," terangnya.

Sementara itu, Humas PT Bumi Andalas Permai, Effendi mengatakan, perusahaan siap untuk membantu pihak kepolisian guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Dan bukti dari keseriusan tersebut yakni salah satunya dengan menyiapkan peralatan serta menyiapkan embung dan kanal di lahan seluas enam ratus ribu hektare milik PT Bumi Andalas Permai.

"Heli juga sudah kami siapkan dengan kapasitas 1,5 juta ton air serta pompa air, kepada warga sekitar perusahaan kami juga menciptakan Desa Makmur Peduli Api sejauh ini sudah dua puluh desa yang kami bina untuk tidak membakar lahan," jelasnya.

Masih dikatakan Effendi, salah satu faktor mengapa masyarakat sering membakar lahan adalah penyebabnya faktor ekonomi.

"Keadaan ekonomilah yang membuat masyarakat bekerja sebagai pembakar lahan, jadi kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak lagi bekerja sebagai pembakar lahan, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat perusahaan siap membantu," terangnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved