Eksklusif Sripo

Kemenag Sumsel Turun Tangan Selidiki Alquran Mini

Kemenag Sumsel langsung turun tangan agar keberadaan gantungan kunci ini bisa ditelusuri darimana asalnya.

SRIPOKU.COM/ZAINI
Alquran mini yang ditemukan dijual pedagang di sebuah kalangan di OKI beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Adanya gantungan kunci berisi Alquran yang sempat membingungkan masyarakat ini, sudah diketahui oleh Kantor Wilayah Kemenag Sumsel.

Saat Sripoku.com mengkonfirmasi keberadaan Alquran tersebut, Humas Kemenag Sumsel Syafitri Irwan langsung menelusuri keberadaan Alquran mini ini ke Kemenag OKI.

"Besok (hari ini-red) ada lagi pasar Kalangan di Desa Lingkis tersebut. Kita akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi apakah penjual dan gantungan kuncinya masih ada atau tidak," ujarnya.

Pihaknya juga sudah menerima laporan terkait gantungan kunci ini, dan meminta bagi masyarakat yang kebetulan membeli gantungan kunci tersebut untuk cerdas dalam menyikapi masalah ini.

"Sesuai dengan aturan dan syariat Islam, Alquran ditulis dengan bahasa Arab dan selalu dimulai dari kanan ke kiri. Termasuk surah Al-Fatihah sebagai surat pembuka juga dimulai dari kanan, dan An-Nas sebagai penutup di sebelah kiri," ungkapnya.

Adanya misi khusus terkait keberadaan Alquran ini, pihaknya belum bisa memberi keterangan lengkap sebab masih dalam penyelidikan melalui Kemenag OKI. Yang jelas, saat menerima adanya laporan ini Kemenag Sumsel langsung turun tangan agar keberadaan gantungan kunci ini bisa ditelusuri darimana asalnya.

"Menurut saya, jika sampai dijual murah artinya ada kepentingan bisnis disana. Kemungkinan besar penjual juga belum paham, dan hanya sekedar menjualnya saja agar memperoleh untung. Itu terbukti dari pengakuan warga, yang katanya sampai diobral murah," terangnya.

Ia berharap, gantungan kunci berisi Alquran mini tersebut tidak menyebar karena dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi jika kitab suci sampai dijadikan gantungan kunci, dimana bisa diletakkan disembarang tempat.

"Saat ini masih kita lakukan penyelidikan. Semoga saja bisa mendapat hasilnya dan kita bisa tahu apa modus pembuatan Alquran terbalik tersebut," ujar Syafitri. (cr9)

Penulis: Yuliani
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved