Kesal Terus Ditagih Utang, Agus Ancam Bacok Temannya

Kesal setelah terus menerus selalu ditagih utang, membuat Agus (37), emosi dan nekat hendak membacok temannya.

SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Tersangka Agus saat diamankan beserta barang bukti di Polsekta Gandus Palembang, Jumat (15/7). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kesal setelah terus menerus selalu ditagih utang, membuat Agus (37), akhirnya emosi dan nekat hendak membacok orang yang telah memberinya utang.

Bahkan, untuk menakut-nakuti serta mengancam orang yang telah memberinya utang agar tidak selalu terus menagih, tersangka Agus warga Jalan Syakyakirti Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang itu juga nekat mengancamnya menggunakan senjata korek api mainan.

Namun, akibat ulahnya tersebut, kini ia harus membayar mahal dengan mendekam di sel tahanan setelah diamankan Polsekta Gandus Palembang. Tersangka diamankan saat berada di rumahnya, Kamis (14/7) sekitar pukul 16.00.

Menurut keterangan tersangka Agus, kejadian tersebut terjadi di Jembatan Pos Wesen Jalan Syakyakirti pada Minggu (29/7) sekitar pukul 19.00 lalu. Kejadian tersebut berawal saat korban, Eger yang tak lain adalah temannya menggadaikan ponsel kepadanya.

"Dia (Eger-red) gadaikan ponsel Samsung miliknya kepada saya seharga Rp 200 ribu," jelasnya saat diamankan di Polsekta Gandus Palembang, Jumat (15/7).

Setelah ponsel tersebut di tangannya dan juga dikarenakan saat itu ia juga sedang membutuhkan uang, dikatakan tersangka Agus, ia pun akhirnya juga menggadaikan ponsel tersebut kepada rekannya seharga Rp 300 ribu.

"Setelah saya gadaikan, kemudian dia menebusnya kepada saya. Tapi saat itu ponselnya sudah tidak ada di saya lagi sehingga membuat dia terus marah kepada saya. Karena itulah saya akhirnya kesal hingga nekat hendak membacoknya," terangnya.

Dikatakan tersangka Agus, ia sebenarnya bukan tidak mau mengembalikan ponsel tersebut melainkan, ponsel tersebut telah dijual oleh rekannya yang merupakan tempatnya menggadai.

Sementara itu, Kapolsekta Gandus Palembang, AKP Dedi Rahmat mengatakan, tersangka diamankan setelah menindaklanjuti laporan korbannya yang mengaku telah diancam tersangka menggunakan parang dan pistol yang belakangan diketahui hanya pistol korek api.

"Tersangka kita amankan saat berada di rumahnya dengan barang bukti berupa sebilah parang, kait dan dua pucuk senjata korek api mainan yang digunakan untuk mengancam korbannya," jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved