Bacok Kepala Tetangga, Mail Diganjar 42 Bulan Penjara

Pria bersapaan Mail yang disidangkan karena membacok kepala tetangganya bernama Hamid ini hanya bisa diam begitu mengetahui vonis majelis hakim.

SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Mail saat menjalani sidang putusan di PN Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ismail (32), warga Jl Sido Ing Kenayan Gandus Palembang, divonis penjara 3,5 tahun oleh majelis hakim yang diketuai Charles Simamora SH MH di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Rabu (13/7).

Pria bersapaan Mail yang disidangkan karena membacok kepala tetangganya bernama Hamid ini hanya bisa diam begitu mengetahui vonis majelis hakim.

Kebisuan Mail dimulai pada saat hakim menanyakan apakah dirinya menerima atau berniat mengajukan banding atas putusan itu. Charles setidaknya dua kali memanggil nama Mail untuk mendapatkan respon dari terdakwa. Pada panggilan pertama, Mail sama sekali tidak memberikan respon alias hanya diam saja.

 "Saya masih akan memikirkannya dulu, majelis hakim yang terhormat. Beri saya waktu berunding dengan keluarga," kata Mail, merespon pertanyaan hakim.

Dengan demikian, vonis majelis hakim untuk Mail masih belum memiliki kekuatan hukum yang tetap. Mail setidaknya memiliki waktu sepekan untuk menentukan keputusan apakah menerima atau mengajukan banding atas vonis majelis hakim.

“Bila tidak menentukan sikap sampai satu pekan ke depan, maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Charles.

Vonis dari majelis hakim sedikit lebih rendah dari tuntutan jaksa, Syarif Sulaiman SH. Pada sidang tuntutan, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang ini menuntut Mail dipenjara empat tahun. Adapun pasal yang ia jeratkan adalah pasal 351 ayat 2 KHUP. Pasal ini pula yang dijeratkan hakim kepada Mail.

Perbuatan Mail terjadi di Jalan Sido Ing Kenayan, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus Palembang, pada 14 Maret lalu. Bermula ketika terdakwa bertemu korban dan tiba-tiba langsung membacokkan parang ke kepala korban dari arah belakang. Lalu korban berlari meminta tolong dengan saksi M Yam. Diduga, terjadi cek cok mulut sebelum Mail membacok kepala korban.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved