Psikologi

8 Emosi yang Mungkin Tidak Pernah Kita Ketahui

scan otak menunjukkan manusia memiliki lebih banyak emosi dari yang diperkirakan sebelumnya.

8 Emosi yang Mungkin Tidak Pernah Kita Ketahui
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Setiap waktunya ada 154 emosi yang tanpa disadari dimiliki kita. Hal ini disebutkan oleh Tiffany Watts Smith, seorang peneliti di Centre for the History of the Emotions di Queen Mary University of London dalam bukunya “The Book of Human Emotions”.

Ia menuliskan bahwa scan otak menunjukkan manusia memiliki lebih banyak emosi dari yang diperkirakan sebelumnya. Dan, inilah 8 emosi yang mungkin tidak pernah kita ketahui sebelumnya:

1. Torschlusspanik
Emosi ini menggambarkan perasaan bahwa hidup tiba-tiba berjalan dengan sangat cepat dan kita tidak terasa melewatinya. Peneliti menebak perasaan ini merupakan penyebab dari terlalu banyak petualangan atau olahraga ekstrem yang dilakukan, seperti mendaki gunung.

2. Iktsuarpok
Kata ini berasal dari suku Inuit, dimana menggambarkan perasaan yang mengharapkan kehadiran seseorang dan kita tetap serta selalu memeriksa apakah orang itu sudah datang atau belum.

3. Ambiguphobia
Ini merupakan perasaan yang tercipta ketika ada suatu hal yang ambigu, misalnya tentang saran kebugaran atau kesehatan secara umum.

4. Basorexia
Mungkin sebagian dari kita pernah mengalami perasaan ini, yaitu dimana dorongan atau hasrat tiba-tiba untuk mencium seseorang.

5. Ilinx
Emosi atau perasaan ini adalah dorongan untuk menciptakan “kekacauan kecil”, biasanya digambarkan sebagai perasaan yang sedang jatuh atau kehilangan kontrol.

6. Mono no aware
Emosi ini menggambarkan perasaan tenang terhadap kesementaraan hidup di dunia ini, dengan keindahan dari semua benda hidup maupun mati. Alasan ini biasanya membuat orang-orang pergi hiking di tempat-tempat terpencil.

7. Pronoia
Pada dasarnya, perasaan ini kebalikan dari paranoid, dimana merasa bahwa setiap orang membantu kita.

8. Vergüenza ajena
Emosi yang mungkin tidak pernah kita ketahui yang terakhir ini berasal dari bahasa Spanyol, dimana menggambarkan rasa sakit yang luar biasa ketika melihat orang lain mempermalukan dirinya sendiri di depan umum.

Secara bersamaan, kita ingin membantu mereka dan menutup mata, sehingga kita tidak perlu menyaksikan semua hal yang memalukan tersebut. (Intisari-online/Monalisa Darwin)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved