Dokter dan Perawat Rela Bertahan di Tenda Panas

Dengan kondisi tersebut, banyak orang yang berpuasa (shoimin) memilih untuk tetap bertahan di rumah, terlebih libur bersama sudah berlaku.

Penulis: Husin | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM/HUSIN
MEMANTAU --Kepala Dinkes Banyuasin dr Mgs Muhammad Hakim M.kes memantau Tim kesehatan yang bertugas di Posko Kesehatan Sembawa, Sukajadi, Betung dan Tanjung Api-Api (TAA), Minggu (3/7/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG –Memasuki hari ke 28 Ramadan, Minggu (3/7/2016) suhu udara di Kota Palembang semakin terik dengan suhu 32-33 derajat celsius.

Dengan kondisi tersebut, banyak orang yang berpuasa (shoimin) memilih untuk tetap bertahan di rumah, terlebih libur bersama sudah berlaku.

Namun lain halnya dengan Tim Kesehatan yang tergabung di Posko Kesehatan di Sukajadi dan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, yang tetap bertahan di terik panasnya akhir Ramadan.

Pantauan sripoku.com yang mengikuti kunjungan ke Posko Kesehatan bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin dr Mgs Muhammad Hakim M.Kes, petugas kesehatan di Posko Sukajadi terdiri seorang dokter, dua sopir ambulan dan enam perawat, begitu pun di Posko Sembaya, Betung dan Tanjung Api-Api (TAA) semuanya siaga 24 jam.

Diakui para pekerja medis ini, suhu udara memang terasa panas, terlebih saat berada di bawah tenda.

Lantaran tugas dan niatnya untuk memberi pelayanan kesehatan bagi para pemudik lebaran, dan memberikan tindakan pertama saat terjadi kecelakaan, sepertinya teriknya matahari tak dihiraukan.

“Memang tahun ini panasnya begitu terasa saat jelang akhir Ramadan, tapi karena sudah tugas dan niatnya membantu orang, maka semua dijadikan ibadah,” kata dr Hj Delia di Posko Sukajadi, kemarin seraya menambahkan Posko Kesehatan berjaga mulai dari H-7 hingga H+7.

Kehadiran Posko Kesehatan yang ada, ternyata tidak hanya dimanfaatkan para pemudik, tetapi juga warga yang melintas di depan Posko.

Mereka tidak segan-segan mampir, hanya sekedar minta akan tekanan darah mereka diperiksa. Bahkan, dokter dan perawat yang memeriksa pun ikut memberikan obat agar warga tetap sehat dan bugar.

Terlebih di setiap Posko disiapkan kursi pijat refleksi elektrik sehingga menambah daya tarik tersendiri.

Tidak jarang juga, anggota Polri yang tenda Posko Lebaran ada di dekat Posko Kesehatan Banyuasin, turut memanfaatkan kursi pijat tersebut.

Terus Dievaluasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin dr Mgs Muhammad Hakim M.Kes didampingi Kabid Pelayanan dr Erni Lidya Arleni mengatakan, Dinkes Banyuasin mendirikan empat Posko Kesehatan yang berada di lokasi strategis di Jalun Lintas Sumatera, yang merupakan jalur arus pemudi lebaran Trans Sumatera dan kawasan Penyeberangan TAA.

“Dokter dan perawat yang ditugaskan sudah terlatih dan masuk dalam Tim Reaksi Cepat. Saat 30 Juli ada tabrakan beruntun tiga kendaraan roda empat di Desa Pulau Harapan, tim ini langsung bergerak dan langsung memberikan tindakan cepat sehingga tidak ada korban jiwa. Begitu pun kasus kecelakaan bagi pemudi menggunakan motor, langsung diatasi,” katanya.

Terkait dengan panas yang begitu terasa di dalam Poso Kesehatan, Dokter Hakim menjanji akan terus melakukan evaluasi. Bahkan proyeksi kedepannya, Dinas Kesehatan akan mencoba menganggarkan dana dan mengusulkan ke DPRD untuk membeli Tenda VIP Rounders dan AC portable sehingga tim kesehatan dapat bekerja dengan nyaman.

“Kegiatan Posko Kesehatan ini diadakan setiap tahun saat jelang lebaran, sudah selayaknya kita punya tenda yang laik dan nyaman. Tenda VIP Rounders ini juga bisa digunakan setiap aksi sosial Pemkab Banyuasin dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Hakim, yang berharapdan berdoa apa yang dilakukan Tim Kesehatan selama berada di lapangan bernilai menjadi sebuah ibadah di Ramadan.(*)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved