Ini Kekhawatiran Ulama atas Hebohnya 'Cafe Jamban' yang Sajikan Makanan dengan Kloset Jongkok

Tentunya hal ini sangat menjijikan dan menuai berbagai respon bagi mereka yang melihatnya.

Facebook
Beginilah suasana para pengunjung Cafe Jamban yang ada di Semarang, Jawa Tengah 

SRIPOKU.COM --- Di media sosial tengah heboh foto-foto aktifitas di sebuah kafe di Semarang, Jawa Tengah, yang menyajikan wadah makanan dengan menggunakan kloset jongkok.

Di foto tersebut, beberapa wanita berhijab terlihat tengah menikmati hidangan yang disajikan dengan cara tidak biasa.

Tentunya hal ini sangat menjijikan dan menuai berbagai respon bagi mereka yang melihatnya.

KH Muhammad Syahid Joban, pimpinan Majelis Manhajus Sholihin Purwakarta menilai konsep kafe tersebut bukti bahwa virus ‘logika terbalik’ semakin mewabah di Indonesia.

BACA JUGA: Heboh Makanan dan Minuman Disajikan di Kloset Jongkok, Ini Foto-fotonya

 

“Virus logika terbalik begitu dahsyat penyebarannya dalam kehidupan sosial kita. Kini ada kafe yang menempatkan dan menyajikan makanannya di dalam jamban, tempat kotoran manusia,"

"Anehnya banyak orang yang mau makan di tempat WC itu,” ujar Syahid Joban dalam akun Facebook miliknya, Rabu (29/6/2016).

Syahid Joban menjelaskan bahwa Islam begitu memperhatikan etika, estetika, moral, akhlak, dan budaya.

Siapa pun tahu bahwa kloset atau jamban adalah tempat membuat kotoran manusia.

“Mengapa manusia menempatkan makanan pada jamban? Dimana logika akal sehatnya? Dimana etika, estetika, akhlaq, moral dan budaya serta niali-nilai agamanya?” tegas ulama asal Purwakarta, Jawa Barat ini.

Menurut Syahid Joban, jamban merupakan tempat setan bersemayam, sehingga ketika seorang Muslim masuk ke jamban, maka dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu.

Syahid Joban berharap perilaku tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya ini tidak membuat Allah menurunkan azabnya.

“Ya Allah, azab apalagi yang akan engaku turunkan setelah adzab banjir dan longsor terjadi dimana-mana. Wabah penyakit apa yang akan engkau turunkan setelah penyakit AIDS,"

"Karena sesungguhnya penyakit AIDS itu disebabkan oleh karena manusia tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya,” ujar Syahid Joban. (*)

Dapatkan Berita-berita Terkini (Up To Date) dan Menarik Lainnya dengan Langsung Klik sripoku.com

Berikan dukungan Anda kepada Kami dengan LIKE/SUKAI Fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini

Posted by Sriwijaya Post on 17 Oktober 2015
Dan mohon FOLLOW Twitter Kami juga Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved