Breaking News:

Video "Lelaki Kerdus" dari YouTube, Google Diminta Hapus

Beredarnya video berjudul "Lelaki Kerdus" di YouTube dan media sosial membuat heboh jagat dunia maya Indonesia. Video tersebut menampilkan seorang ana

Editor: Bedjo
Youtube
Tayangan video lagu Lelaki Kerdus di jejaring sosial. 

SRIPOKU.COM - Beredarnya video berjudul "Lelaki Kerdus" di YouTube dan media sosial membuat heboh jagat dunia maya Indonesia. Video tersebut menampilkan seorang anak perempuan yang menyanyikan lagu yang bercerita tentang kemarahan anak terhadap sosok ayahnya yang menduakan ibunya.

Berita Lainnya: Video 'Lelaki Kerdus' di Youtube Dinilai tak Sesuai Dinyanyikan dan Dikonsumsi Anak-anak

Lirik lagu "Lelaki Kerdus" tersebut dinilai tidak sesuai dinyanyikan dan dikonsumsi anak-anak.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) angkat bicara soal peredaran video "Lelaki Kerdus" ini. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu mengatakan, pencipta lagu "Lelaki Kerdus" akan menurunkan videonya dari YouTube.

"Setelah dihubungi, dengan kesadaran sendiri, (pencipta lagu) akan menurunkan dari YouTube," tulis Ismail dalam pesan tertulis kepada KompasTekno, Kamis (30/6/2016).

Namun, ditambahkan Ismail, karena sudah banyak yang mengunduh dan mengunggah kembali video "Lelaki Kardus" ke berbagai media sosial, lagu tersebut saat ini masih beredar.

Kemenkominfo pun akan menyurati pihak Google Indonesia sebagai pemilik situs YouTube untuk memblokir video yang dimaksud.

"Kominfo akan mengirim surat ke YouTube agar menghapus video tersebut," kata Ismail.

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia) atau Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) juga mengajak semua pihak agar tidak menyebarluaskan tayangan video lagu "Lelaki Kerdus" ini di berbagai media sosial.

"LPA Indonesia mengimbau masyarakat untuk membangun persepsi bersama bahwa video tersebut sungguh-sungguh tidak ramah anak," tulis Reza Indragiri Amriel, Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak, LPA Indonesia.

LPA Indonesia mengajak masyarakat agar tidak memberikan komentar yang merendahkan anak-anak selama video tersebut masih ada di media online.

Penulis : Reska K. Nistanto

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved