Mutiara Ramadan

Usia Yang Barokah

SYUKUR Alhamdulillah, di Bulan Ramadan ini, Allah masih berkenan memberikan kesempatan kepada kita, untuk menambah amal ibadah sebagai simpanan bekal

Editor: Bedjo
Net
Ilustrasi. 

Drs H SYARIFUDDIN YA'CUB MHI, Dosen UIN Raden Fatah Palembang

SRIPOKU.COM - SYUKUR Alhamdulillah, di Bulan Ramadan ini, Allah masih berkenan memberikan kesempatan kepada kita, untuk menambah amal ibadah sebagai simpanan bekal kelak saat menghadap Allah SWT. Meskipun sesungguhnya jatah kesempatan kita sudah berkurang satu tahun setelah Ramadan lalu hingga Ramadan sekarang.

Berita Lainnya: Berbudi Berkat Literasi

Rasulullah SAW menyatakan : "Manusia yang baik adalah yang panjang umur, banyak amal kebaikannya, sedangkan manusia yang jelek adalah yang panjang umur, banyak perbuatan jahatnya."

Seterusnya beliau menyatakan "Usia tidak akan bertambah kecuali dengan melakukan kebaikan, tidak ada yang dapat menolak takdir, kecuali do'a, dan seseorang akan terhalang rezekinya karena melakukan dosa". (HR.Ibnu Majah)

Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah SWT. berfirman: "Apabila hamba-Ku mencapai usia 40 tahun, Aku menyelamatkannya dari tiga macam penyakit, yaitu gila, lepra dan sopak (belang). Apabila mencapai usia 50 tahun Aku akan menghisabnya dengan hisab yang ringan. Apabila mencapai usia 60 tahun Aku akan membuatnya suka bertaubat. Apabila mencapai 70 tahun, para malaikat menyukainya. Apabila mencapai usia 80 tahun, Aku mencatat semua kebaikannya dan membuang semua keburukannya. Apabila mencapai usia 90 tahun, para malaikat berkata: "Orang ini adalah tawanan Allah di bumi-Nya Allah telah mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang akan datang, serta dapat memberi manfaat kepada keluarganya." (HR. At-Tirmidzi)

Usia Nabi Muhammad SAW 63 tahun, dalam usia yang relatif singkat itu, Rasulullah SAW diberikan kemampuan oleh Allah SWT untuk merubah perilaku umat ini dari akhlak yang buru menjadi manusia yang berakhlak baik.

Imam Syafi'i usia beliau tidak sepanjang usia Nabi Muhammad SAW. akan tetapi diusianya yang singkat itu beliau meninggalkan karya yang sangat monumental, yaitu Kitab al Um dan al Risaalah. Yang menjadi rujukan ummat Islam sedunia. Begitu pula Imam Nawawi, usia beliau tidak sepanjang usia imam Syafi'i, namun dalam usianya yang singkat itu beliau sangat produktif dalam bidang Fiqh dan hadis, misalnya Riadhus sholihin. Dll.

Bertambah usia hidup di dunia, bertambah pula amal kebaikan yang dilakukan seseorang. Bagaimana menjaga keutuhan amal ibadah ter-
sebut supaya tidak berkurang karena di"delete" oleh Allah SWT.

Ada enam macam yang dapat menghapuskan pahala amal ibadah seseorang:
1. AL ISTIGhOLU BI'UYUUBINNAS (sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. ,
2. QOSWATUL QOLBI (keras hati),
3. HUBBUD DUNYA (terlalu cinta dunia),
4. QILLATUL HAYA' (sedikit rasa malu),
5. THUULUL AMAL (Panjang angan-angan)
6. AZZULMU LAA YANTAHI (kezoliman yang tidak berhenti)

1. Watak dasar manusia memang suka dan senang apabila aib seseorang terbongkar, apalagi saingan bisnisnya, lawan politiknya dll. Makanya Allah SWT mengatur di dalam surah al Hujurat Ayat 12 "Hai Orang yang beriman, hindarilah kebanyakan prasangak (buruk sangka), karena sebagian dari buruk sangka itu adalah dosa, jangan mencari-cari kesalahan oranglain. Jangan sebahagian dari kalian menggunjing sebahagian yang lain. Apakah kalian suka memakan daging bangkai saudara kalian yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik (membencinya).

2. Keras hati, tidak mudah tersentuh hatinya melihat penderitaan orang lain. Bahkan mengidap penyakit SMOS (senang melihat Orang
lain Susah). Mekanismenya adalah : Jumudul ‘aini (mata yg tidak mudah menangis melihat kesusahan orang lain) disebabkan qoswatul qolbi (keras hati). Keras hati karena banyak melakukan dosa, banyak melakukan dosa disebabkan lupa mati, lupa mati karena panjang anga-angan, dan panjang angan-angan disebabkan cinta dunia dan cinta duania adalah pangkal penyebab setiap kejahatan.

3. Sangat mencintai dunia. Dunia adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kehidupan yang kekal di akhirat. Kesempatan hidup didunia ini sangat singkat.

4.Sedikit rasa malu. Kehilangan rasa malu akan menyeret seseorang melakukan sesuatu tindakan yang melawan aturan-aturan, baik aturan Allah dan RasulNya, maupun aturan negara. Kehilngan rasa malu akan membuat seseorang bisa tersenyum di hadapan camera walaupun memakai seragam tahanan KPK.

5. Panjang-angan-angan, menggiring seseorang suka menunda amal ibadah untuk persiapan di akhirat. Panjang angan-angan menjadikan orang lupa mengingat mati, penyesalannya kelak ketika sakratul maut sudah sampai pada gelombang ke empat menjelang ke lima pada saat tayangan sayap kiri jibril As. dibentangkan dan tergambar siksa yang sangat dahsyat berupa neraka, ketika itu penyesalanya.

6. Kezoliman yang tidak berhenti. Menzalimi sesama manusia, berupa mengambil hak orang lain tanpa mengikuti aturan yang benar seperti, mengurangi timbangan, memasukkan zat yang berbahaya di dalam product yang diproduksinya, memalsukan kwalitas barang atau memalsukan product orang lain dll.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved