Ini Dia Panduan Bayar Zakat Fitrah, Bayi yang Baru Lahir pun Wajib Bayar
Sesuai dengan Al-Quran Surat Attaubah ayat 60, penerima zakat fitrah ada 8 golongan, yakni ...
Penulis: Awijaya | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG-- Kementerian Agama(Kemenag) Empatlawang melalui Kasi Bimbingan Masyarakat Islam(Bimas Islam), M Syaifullah Rozak menganjurkan pada lebaran tahun ini, agar zakat fitrah dibayarkan dengan bahan pokok yang biasa dikonsumsi warganya sehari-hari, yakni beras.
Syaifull mengatakan besaran zakat fitrah sebanyak 2,5 Kg beras atau dibayar dengan uang nilainya harus sesuai dengan harga beras yang biasanya dimakan. Jika harga berasnya Rp 10 ribu/kg artinya bisa dibayar sekitar Rp 25 ribu rupiah.
"Zakat fitrah itu berupa makanan pokok disesuaikan makanan pokok di setiap daerah, kita di Empatlawang bahan makanan beras, sebanyak 2,5 kg beras, atau jika dibayar dengan uang nilainya harus sesuai dengan harga beras yang biasanya dimakan," terang M. Syaifullah Rozak dibincangi Sripoku.com, Senin(27/06/2016).
Dikatakan Saiful, fungsi zakat itu sendiri selain mensucikan juga untuk berbagi kepada masyarakat tidak mampu agar merasakan kegembiraan saat Idul Fitri.
Sesuai dengan Al-Quran Surat Attaubah ayat 60, penerima zakat fitrah ada 8 golongan, yakni : 1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta); 2. Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi); 3. Riqab (hamba sahaya atau budak); 4. Gharim (orang yang memiliki banyak hutang); 5. Mualaf (orang yang baru masuk Islam); 6. Fisabilillah (pejuang di jalan Allah); 7. Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan); 8. Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat).
"Zakat fitrah ini dibayar sebelum sholat Ied, ini wajib setiap muslim, anak baru lahir pun sudah diwajibkan bayar zakat fitrah dan itu tanggung jawab orangtuanya," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kasi-bimbingan-masyarakat-islam-bimas-islam-m-syaifullah-rozak_20160627_165123.jpg)