Mutiara Ramadan

Solusi dari Ilahi

Diceritakan di dalam Alquran bahwa Nabi Ibrahim AS sejak muda tidak mau begitu saja percaya kepada sesembahan nenek moyang mereka. Dia terus mencari d

Solusi dari Ilahi
bangaziem.wordpress.com
Ilustrasi

OLEH: Izzah Zen Syukri

SRIPOKU.COM - Diceritakan di dalam Alquran bahwa Nabi Ibrahim AS sejak muda tidak mau begitu saja percaya kepada sesembahan nenek moyang mereka. Dia terus mencari dan mencari Tuhan yang patut disembah, yang dapat mendatangkan kemanfaatan maupun kemudharatan. Ketika ia diputuskan dihukum bakar oleh raja Namrud akibat menghancurkan patung-patung sesembahan mereka, Nabi Ibrahim tidak sedikit pun merasa gentar.

Berita Lainnya: Lebih dari Sebongkah Emas

Saudaraku, tentu kita tahu bahwa api identik dengan membakar. Akan tetapi, ayah dari Nabi Ismail AS dan Nabi Ishak AS ini tak goyah sedikit pun. Di saat-saat kritis dirinya akan diceburkan ke dalam api, datanglah jibril menawarkan pertolongan. Akan tetapi, dengan diplomatis suami dari Siti Sarah dan Siti Hajar ini menolaknya. Ia hanya berhajat kepada Allah. Ia yakin betul bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya yang takwa berada dalam kesulitan.

Lalu Allah katakan, Ya naaruu kuuni bardan wa salaaman ‘alaa Ibrohim, ‘Hei api, dinginlah dan selamatlah atas Ibrahim’. Jika Allah berkehendak, tak ada kekuatan bagi api untuk membakar Nabi Ibrahim AS. Jika Allah berkehendak apa pun bisa terjadi.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu senantiasa diuji. Ujian menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya. Allah bermaksud meninggikan derajat para hamba-Nya yang lulus ujian dengan semata-mata berserah diri pada-Nya. Jangan salah memilih jalan ketika sedang diujinya, baik dalam gembira maupun duka. Berpeganglah pada rambu-rambu yang tertera dalam Alquran, terutama di surat Aththolaq, ayat 2, yang berbunyi Wa man yattaqillaha yaj’al lahuu makhroja ‘ Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan dibukakan-Nya jalan keluar”.

Tidak cukup itu saja, pada bagian selanjutnya, di surat Aththolaq, ayat 4, Allah katakan, Wa man yattaqillaha yaj’al lahuu min amrihii yusro, ‘Barang siapa bertakwa kepada Allah, dimudahkan-Nya dalam urusannya’.

Lalu, untuk ketiga kalinya Allah kuatkan pernyataan-Nya bahwa Dia takkan membiarkan hamba-Nya dalam kesendirian. Dia akan mengulurkan pertolongan dengan cara-Nya. Hal ini terdapat pada ayat 6 di surat yang sama, yaitu Wa man yattaqillaha yukaffir 'anhu sayyiaatihii wa yu'azhzhim lahuu ajro, "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.

Saudaraku, mari kita mohon kepada Allah agar senantiasa disinarinya hati kita dengan hidayah-Nya, sehingga kita tidak terperosok pada jalan yang tidak diridhoi-Nya."

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved