Kultum

Ramadan Bulan Seribu Kebaikan

Allah akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia dengan melipatgandakan sepuluh kebaikan yang sama hingga tujuh ratus kali lipat

Ramadan Bulan Seribu Kebaikan
SRIPOKU.COM/ZAINI
Ilustrasi. 

Ibnu Rozali, SPd.I
Staf Rumah Jurnal UIN Raden Fatah Palembang

SRIPOKU.COM - Allah akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia dengan melipatgandakan sepuluh kebaikan yang sama hingga tujuh ratus kali lipat Pada bulan ramadan Allah SWT memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk beribadah, memohon ampunan dan kebaikan-kebaikan lainnya, dan Allah memberikan "diskon" besar-besaran pada bulan ini. Ibaratkan kita mempunyai utang yang sangat banyak, namun pada suatu kesempatan si Pemberi utang menganggap utang kita sudah lunas, oleh karena itu bulan Ramadan jangan dilewatkan begitu saja tanpa ada peningkatan ibadah, agar kita bisa meraih ridha Allah SWT.

Berita Lainnya: Ramadan dan Siklus Metamorfosis

Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa-dosa kita apabila kita berpuasa hanya mengahrap ridho Allah. Rasulullah SAW pernah meriwayatkan sebuah cerita tentang tiga orang pemuda yang sedang berjalan di suatu tempat lalu mereka ditimpa hujan dan angin yang sangat kencang. Ketiga pemuda tersebut akhirnya berlindung di dalam gua disebuah gunung. Tetapi secara tiba-tiba sebuah batu besar jatuh dan menutupi mulut gua tempat mereka berlindung. Mereka berusaha keras menggeser batu tersebut namun tenaga mereka tidak cukup. Akhirnya sebagian dari mereka berkata kepada yang lainnya: "ingatlah amalan shalih yang pernah kamu kerjakan kepada Allah dan berdoalah kepada-Nya dengan amalan tersebut, mudah- mudahan Allah menyingkirkan batu tersebut dengan kuasa-Nya. Berkatalah seseorang dari mereka: "Ya Allah, aku mempunyai orangtua yang sudah tua renta, seorang istri, dan anak- anak yang masih kecil-kecil. Aku mengembalakan ternak untuk mereka, dan memerahkan susunya untuk diminum kedua orangtuaku terlebih dahulu sebelum susu tersebut aku berikan untuk istri dan anak-anakku. Suatu hari, ternak tersebut membawaku jauh ke tempat gembalaan dan aku tidak pulang kecuali setelah sore, aku mendapati ibu dan bapakku telah tertidur. Aku memerah susu seperti biasa dan datang kepada meraka, tetapi aku tidak berani membangunkan orang tuaku. Anak-anakku sendiri sudah menangis meminta susu tersebut karena lapar, seperti itulah keadaanku hingga fajar. Kalaulah engkau tahu aku melakukan itu semua karena mengharapkan keridhoan-Mu, maka bukakanlah celah bagi kami dari batu ini agar kami dapat melihat langit".

Maka bergeserlah batu tersebut walaupun cuma sedikit.
Kemudian berkatalah orang kedua: "sesungguhnya aku memiliki sepupu wanita yang sangat cantik. Aku mencintainya layaknya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita. Aku memintanya untuk tidur bersamaku, tetapi dia menolaknya sampai aku manawarkan kepadanya 100 dinar dan menyerahkan kepada gadis tersebut. Setelah kami dalam sebuah kamar dia berkata: "bertakwalah kepada Allah, jangan lah engkau melakukan perbuatan ini kecuali dengan haknya", mendengar itu aku sadar dan meninggalkannya. Kalaulah engkau tahu aku melakukan itu karena mengharapkan keridhoan-Mu maka bukakanlah celah bagiku dari batu".

Maka bergeserlah batu tersebut sedikit tapi belum bisa untuk mereka lalui. Lelaki ketiga berdoa: "Ya Allah aku pernah mempekerjakan sekelompok orang di kebunku, dengan upah setengah dirham dan aku membayarnya ketika selesai bekerja. Hingga pada suatu hari salah seorang dari mereka menolak upah itu karena ia merasa melakukan dua pekerjaan sekaligus, ia hanya mau mengambil dengan upah satu dirham. Aku tidak menyetujuinya dan orang tersebut pergi begitu saja tanpa mengambil upahnya. Akhirnya uang tersebut aku usahakan dan meghasilkan harta yang berlimpah. Pada suatu hari, ia datang dan meminta upahnya yang setengah dirham dahulu, lalu aku berikan semua keuntungan dari setengah dirhamnya tersebut. Orang tersebut kaget dan berkata: janganlah bercanda, upahku dulu tidak sebanyak ini, tetapi hanya setengah dirham. Aku jelaskan kepadanya bahwa uang itu aku usahakan hingga sebanyak ini, ia pun mengambilnya dengan bahagia dan rasa syukur. Ya Allah, Engkau Maha Tahu jika aku melukan hal tersebut baik menurut-Mu, tolong angkat batu yang menghalangi jala keluar kami ini". Akhirnya batu tersebut bergeser dan mereka dapat keluar dari dalam gua tersebut.

Allah melipat gandakan kebaikan di bulan Ramadan dan tidak hanya membalas kebaikan tersebut dihari akhir, tetapi dibalas juga di dunia ini. Seperti pepatah "barang siapa yang menamam maka ia akan memetik hasilnya".

Marilah kita hiasi Ramadan kali ini dengan banyak melakukan kebaikan, dengan hanya mengharap keridhaan dan keberkahan dari Allah SWT.

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved