Ramadan 1437 H

Ingat, Puasa Bisa Percantik Kondisi Psikologis

Anda pun harus selalu berpikir positif dan menahan diri dari berbagai macam hal-hal yang negatif.

Editor: Soegeng Haryadi
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM – Ketika kita berpuasa, tentu saja otak kita akan mengondisikan tubuh untuk menahan kebutuhan dasar dari makhluk hidup, yaitu makan dan minum, bahkan menahan diri dari pikiran dari hal-hal negatif.

Namun, saat berpuasa, banyak perilaku seseorang yang juga berubah menjadi lebih baik. Anda pun jadi lebih rajin beribadah, menjaga tutur kata, dan memiliki empati yang lebih kepada orang lain.

Ternyata, perubahan ini juga termasuk ke dalam salah satu manfaat berpuasa. Anda pun harus selalu berpikir positif dan menahan diri dari berbagai macam hal-hal yang negatif.

“Tentu saja berpuasa ada manfaatnya. Berpuasa seperti suatu treatment pengobatan psikologis ketika kita berjuang untuk berpikir positif dan mendorong pikiran dan tubuh kita untuk menghadapi kondisi yang tidak nyaman,” ujar Nana Gerhana, MPsi, psikolog, kepada Kompas.com melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Rabu (15/6/2016) kemarin.

Nana juga mengatakan bahwa dengan berpuasa, kita mendapat banyak manfaat, terutama untuk diri kita sendiri dalam mencapai suatu tahapan yang paling tinggi dari manusia, seperti yang ada di dalam Hierarchy of Needs oleh Abraham Maslow.

Kebutuhan tertinggi manusia adalah aktualisasi diri, yang mencakup moralitas, pemecahan masalah, kreativitas, menerima diri dan lingkungan, selalu bersyukur, dan berpikiran positif.

Untuk itu, bagi Anda yang berpuasa, jangan takut untuk berpuasa dan usahakan berpuasa satu bulan penuh.

Sebab, apa yang Anda lakukan ini pun bukanlah hal yang sia-sia, melainkan tanpa disadari, Anda juga akan mendapatkan manfaat yang lebih banyak.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved