Kultum

Ramadan dan Siklus Metamorfosis

Bagi sebagian orang, ulat adalah binatang yang menggelikan atau bahkan menjijikkan. Ulat dapat memberikan rasa takut kepada sebagian orang. Binatang i

Editor: Bedjo
www.enjang.com
Metamorfosis kupu-kupu. 

Ibnu Rozali, S.Pd.I

Staf RUMAH JURNAL UIN Raden Fatah palembang

SRIPOKU.COM - Bagi sebagian orang, ulat adalah binatang yang menggelikan atau bahkan menjijikkan. Ulat dapat memberikan rasa takut kepada sebagian orang. Binatang ini dapat merusak tananam, bahkan memakan dedaunan sesukanya. Tapi tahukah kita bahwa kupu-kupu yang bersayap indah dan disukai semua orang adalah hasil metamorfosis dari binatang yang bernama ulat?

Berita Lainnya: Peranan Agama dalam Kehidupan Manusia

Perubahan ulat menjadi kupu-kupu adalah satu peristiwa alam yang sangat indah. Semua hal buruk yang ada pada ulat berubah menjadi sangat indah setelah ia menjalani proses perubahan alias metamorfosis dalam kepompongnya. Proses ini biasanya berlaku sekitar dua minggu sampai satu bulan.

Setelah bermetamorfosis, jadilah ia makhluk kupu-kupu yang indah dipandang mata. Yang terbang kesana kemari untuk membantu proses penyerbukan. Yang hanya memakan makanan yang baik untuk dirinya. Yang hampir tidak pernah ada dahan pohon yang patah apabila dihinggapi oleh kupu- kupu.

Singkatnya metamorfosisi atau "puasa" yang dijalani si ulat menjadikannya hewan yang banyak memberi manfaat bagi makhluk lainnya.

Proses Perubahan
Metamorfosis, mungkin kata itulah yang sangat tepat menggambarkan proses perubahan yang diinginkan dalam ibadah puasa. Dengan menahan nafsu dan melaksanakan ibadah selama sebulan penuh, proses perubahan manusia dilakukan untuk mencapai fitrah. Karena itu, puasa adalah proses metamorfosis manusia-manusia demi bertujuan ketakwaan kepada Tuhan.

Mungkin demikianlah gambaran puasa Ramadan yang kita laksanakan saat ini. Selama sebelas bulan kita banyak berbuat salah dan dosa, pada satu bulan Ramadhan kita khusus ditempa untuk berjuang menjadi manusia sempurna; manusia yang tidak dikuasai oleh nafsu dan setan; manusia yang memiliki kesucian seperti malaikat; manusia yang mampu menjadikan seluruh geraknya adalah takwa.

Puasa diwajibkan demi ketakwaan. Allah berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." Karena itu tujuan metamorfosis puasa adalah ketakwaan. Ketakwaan inilah yang bisa dilakukan oleh mereka yang masih memiliki iman kepada-Nya.

Karena takwa adalah hasil dari proses perubahan dalam puasa, maka takwa menjadi sangat penting. Dalam komentarnya, al-Baghawi menafsirkan bahwa “Maksud mudah-mudahan kalian bertaqwa adalah karena sebab puasa. Karena puasa adalah sarana menuju taqwa. Puasa dapat menundukkan hawa nafsu dan mengalahkan syahwat.” Ketakwaaan karena itu mampu membuat manusia mengalahkan sisi negatif dirinya.

Bahkan Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa "Takwa adalah sikap takut kepada Allah yang Maha tinggi dan beribadah sesuai dengan tuntunan Al-Quran". Ketakwaan seperti ini pada akhirnya mampu membuat manusia menjadi makhluk yang dinamis; yang selalu mencari sisi positif melalui ibadah.

Karena itu, proses metamorfosis selama bulan Ramadhan akan sia-sia jika tidak diperkuat dengan dua hal; membuang nafsu dari badan dan mengisinya dengan ibadah. Membuang nafsu adalah membuang semua potensi yang bisa merusak. Dari makan sampai seks; dari harta sampai jabatan. Sedangkan mengisi badan dengan ibadah adalah melakukan berbagai kegiatan yang postitif; kegiatan yang dilakukan karena dan demi Tuhan. Perbuatan yang mampu memberikan manfaat nyata dalam diri dan manusia lain. Melalui dua hal inilah manusia yang berdosa akan keluar dari Ramadhan menjadi manusia yang penuh dengan amal ibadah. Akan lahir manusia-manusa baru yang suci murni. Yang memiliki sifat fitrah kebaikan.

Semoga kita bisa menjadi kupu-kupu yang bersayap indah; yang memiliki jiwa suci dan perilaku terpuji. Yang mampu terbang dengan keyakinan. Yang hinggap pada dahan kebahagiaan dan kedamaian.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved