Mutiara Ramadan
Belajar dari Rembulan dan Mentari
TIDAK ada ceritanya jika mentari terbit kesiangan karena lelah bersinar. Tidak pula termaktub dalam sejarah ada rembulan yang enggan terbenam. Kedua b
Hj Izzah Zen Syukri SPd
Manager Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang/Dosen FKIP Universitas Sriwijaya
SRIPOKU.COM - TIDAK ada ceritanya jika mentari terbit kesiangan karena lelah bersinar. Tidak pula termaktub dalam sejarah ada rembulan yang enggan terbenam. Kedua benda langit ini senantiasa terbit dan tenggelam sesuai dengan waktu yang ditentukan Allah, padahal keduanya tak pernah duduk di bangku sekolah.
Berita Lainnya: Dapat Hidayah Alquran
Tersebut pula ayam jantan yang kupelihara sejak balita. Tak seorang pun penghuni rumah mengajarinya ilmu disiplin. Apalagi dimasukkan di kelompok belajar tertentu. Jauh sebelum beduk Subuh, kokoknya sudah membahana membangunkan seisi rumah, walau tak pernah diimingi-imingi upah.
Bulan puasa merupakan lembaga pendidikan juga. Di sini para mukmin dilatih dan diajari untuk berdisiplin. Kelulusannya ditandai dengan predikat takwa (cumlaude). Kenyataannya, tidak sedikit di antara yang berpuasa itu hanya berani melawan haus dan lapar saja.
Di jalan raya, misalnya, lampu merah dan hijau dianggap sama saja, sehingga tidak sedikit yang menjadi korban lalu lintas. Kenda-raan roda dua kadang-kadang lebih "berani" daripada kendaraan lebih besar darinya. Tidak sedikit yang membawa kendaraannya melawan arus dengan alasan tak ada polisi yang jaga. Untuk aktivitas "yang indah" di jalan raya ini, salah seorang teman pernah menyindir, "Bu Izzah, kalau di jalan jangan cari benar, tapi cari selamat".
Kalau memang kita betul-betul menghayati makna puasa, tentu akan lahir pribadi-pribadi yang mulia, pribadi yang mengindikasikan takwa. Allah tidak sembarangan mendatangkan perintah berpuasa. Hanya orang yang beriman yang diundangnya untuk berpuasa. Bukan sembarang manusia.
Mematuhi rambu lalu lintas, berdisiplin dalam antrian, santun dalam berbicara, dan sejumlah hal-hal baik lainnya akan muncul bagi pribadi yang puasanya disertai dengan iman. Jangan sampai kita masuk golongan yang kata Rasulullah SAW: "'Kam min shooimin laiisa lahu min shiyaamihi illal juu' wal 'athos'. Berapa banyak dari orang yang berpuasa itu hanya mendapat hadiah lapar dan dahaga saja."
Dan salah satu indahnya Ramadan, teman, ia medidik kita untuk disiplin. Sahur pada waktu tertentu, dan berbuka pun seperti itu.
Keteraturan di bulan Ramadan inilah yang menjadikan diri orang-orang mukmin menjadi sehat. Nafsu yang termanage dengan baik di bulan mulia inilah yang suatu masa dapat membentuk insan yang berakhlak karimah. Salam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gerhana-matahari-total1_20160616_121234.jpg)