Mutiara Ramadan

Dapat Hidayah Alquran

HIDAYAH artinya petunjuk, tuntunan, pedoman, bagi orang Islam merupakan, hidayah merupakan kebutuhan dasar, keselamatan hidup menuju jalan yang lurus

infohikmatuliman.wordpress.com
Ilustrasi, Hidayah. 

Oleh : Nofrizal Nawawi Lc MPdI

SRIPOKU.COM - HIDAYAH artinya petunjuk, tuntunan, pedoman, bagi orang Islam merupakan, hidayah merupakan kebutuhan dasar, keselamatan hidup menuju jalan yang lurus adalah dengan hidayah dari Allah. Setiap muslim sehari semalam wajib memohon agar diberi hidayah minimal 17 kali, karena setiap rakaat salat wajib membaca Alfatihah. Di dalam ada ayat "ihdinash shirotol mustaqim" --ya Allah tunjukilah aku ke jalan yang lurus, seseorang yang tidak beriman atau orang kafir, di saat dia menyatakan dirinya memeluk Islam. Berarti dia telah mendapat hidayah menjadi orang Islam. Walaupun sudah dapat hidayah Islam maka seseorang harus berdoa agar mendapat hidayah taufiq dalam arti perjalanan hidupnya sesuai dengan kehendak Allah dan diredhainya.

Berita Lainnya: Shiyam Tingkatkan Kualitas Ihsan

Banyak sebab yang bisa menjadikan seseorang dapat hidayah, bisa dengan usahanya dalam mencari kebenaran, bisa dengan doa orang lain atau juga dengan pengalaman dan perjalanan hidup yang dilaluinya. Banyak juga orang yang mendapat hidayah di saat mendengar atau membaca ayat Alquran, seperti Umar bin Khatab.

Umar bin Khatab sebelum masuk Islam dikenal orang yang sangat disegani oleh kaum quraisy dan sangat memusuhi Nabi Muhammad SAW. Pada suatu kali orang quraisy yang sedang berkumpul di dekat Ka'bah membicarakan tentang tindakan apa yang akan dilakukannya pada Nabi Muhammad SAW. Tiba-tiba Umar muncul dan mendengar percakapan kaum quraisy itu, lantas dia mencabut pedangnya dengan emosi yang meluap dan dia berkata: "Pedang ini tidak akan masuk sarungnya kembali sebelum memenggal kepala Muhammad". Semua orang diam karena takut, lantas dia pergi mencari Nabi dimana dia berada. Di tengah jalan dia ketemu dengan salah seorang teman dekatnya yang sudah masuk Islam tapi disembunyikan, melihat Umar yang emosi dia bertanya: "Apa yang terjadi ya Umar? jawabnya, dimana Muhammad? Pedangku ini tidak akan kumasukan ke sarungnya sebelum memenggal kepala Muhammad karena pegaruhnya dan ajakannya kepada agama yang dibawanya. Langsung saja kawannya berkata: "Kenapa engkau harus membunuh Muhammad sedang adikmu sendiri Fatimah menjadi pengikut Muhammad kamu biarkan, Umar menjawab: "Adikku menjadi pengikut Muhammad? Mendengar itu dia membelokkan jalan menuju rumah adiknya, setelah sampai di depan rumah, diketuk pintu keras-keras dengan emosi dan kebetulan waktu itu Ammar bin Yasir sedang membacakan ayat yang baru turun untuk dihafalkan Fatimah dan suaminya Sa'id, yaitu awal surat Thaha: "Thaha, kami tidak menurunkan Alquran itu kepadamu agar kamu menjadi susah." Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut pada Allah, diturunkan Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi--Yaitu Tuhan yang Maha Pemurah dan bersemayam di atas 'Arasy- Kepunyaannya semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang ada di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah" (Taha 1-6). Ayat itu didengar oleh Umar dan setelah itu Fatimah mengambil catatan ayat itu serta dibawanya, lalu dia membuka pintu, serta merta tanpa banyak tanya Umar menampar adiknya Fatimah. Fatimah terjatuh, di kala itu tiba-tiba Umar merasa iba dan menyesal dan mau mengangkat adiknya, di saat itu terbaca olehnya catatan ayat tadi dan dikaitkannya dengan yang didengar, lantas keluar kata-kata dari mulutnya : "Ini bukan ungkapan kata Manusia ! Dimana Muhammad, emosinya hilang pintu hidayah terbuka di hatinya dan ingin menyatakan Islam di hadapan Nabi. Mendengar kata itu suami Fatimah dan Ammar keluar serta berkata: Saya yang mengantarkan kamu kepada Muhammad SAW. Setelah berjalan menuju Nabi, kebetulan dia sedang mengajar di Darul Arqam (rumah arqam). Sesampai disana Umar mengetuk pintu, para sahabat mengintip, rupanya di luar adalah Umar, mereka ketakutan, tidak ada yang berani membuka pintu, paman nabi Hamzah berkata: Biar saya membuka pintu, kalau Umar mau macam-macam saya sudah biasa bertanding main pedang dengannya.

Pintu dibuka semua siaga, tapi yang terjadi Umar berlutut duduk di hadapan Nabi dan mengucapkan Syahadat--pernyataan masuk Islam.

Semua terkejut dan gembira, berhamburan keluar lalu mengumandangkan Allahu akbar-- Umar sudah masuk Islam, mereka bertebar di sepanjang jalan mengungkapkan kata takbir dengan suara keras di Kota Mekkah yang selama ini belum pernah terjadi. Mereka berani karena Umar adalah orang yang sangat disegani kaum quraisy sudah masuk Islam. (Sirah Ibnu Hisyam "Qashasul Islamiah).

Suatu peristiwa yang menggambarkan bagaimana ayat Alquran yang didengar dengan hikmat dan perhatian membukakan hati Umar yang keras untuk mengikuti Hidayah Alquran, di saat rencana pembunuhan bertukar dengan kebenaran dan hidayah.

Memang sebagaimana kita yakini bahwa Alquran adalah Hudanlinnas (pedoman/petunjuk bagi manusia), Alquran akan menjadi petunjuk bagi yang meyakini dan memahami seta mentadabburi arti dan maksudnya. Banyak contoh lain bagaimana dengan mendengar, membaca dan mengkaji ayat Alquran seseorang diberi hidayah Allah untuk menempuh kehidupan ini secara benar dan diredhai Allah.

Kita perlu bertanya pada diri kita, sudah sampai dimana upaya kita menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup? Apakah kita baru sekadar bisa membaca Alquran, tanpa mengetahui makna atau pesan dan petunjuk yang harus kita amalkan. Patut menjadi keprihatinan kita tentang pengamalan kandungan Alquran dalam kehidupan kita sebagai ummat Islam. Bila kita cermati prilaku, budaya, gaya hidup sebagian Ummat Islam saat ini, masih jauh dari Alquran, apalagi kalau kita lihat dalam segi akhlak dan moral, begitu banyaknya prilaku menyimpang dalam kehidupan anak bangsa kita yang mayoritas beragama Islam ini. Bukan saja masalah kriminil, kemaksiatan.

Kondisi seperti ini harus menjadi renungan ummat Islam para ulama, umara, pendidik serta para tokoh masyarakat dan tokoh ummat, boleh jadi kondisi yang memprihatinkan ini terjadi lantaran, kita baru mampu membaca, tapi tidak mengkaji isi kandungan Alquran.

Dan yang menyedihkan lagi adalah masih banyak ummat Islam tidak mampu membaca Alquran. Tidak ada pilihan lain mari kita semua membulatkan tekad, mulai saat ini, di bulan Ramadan yang penuh berkah dan rahmat ini, kita baca Alquran, kita hayati maknanya selanjutnya kita amalkan isinya. Dengan harapan akan menjadi negara yang aman sentosa serta mendapat ridho Allah.(*)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved