Kultum
Agama Obat Stress dan Frustasi
"Agama dapat mengobati frustasi". Kalimat ini tak asing lagi di telinga kita. Memang banyak orang beranggapan bahwa ibadah seperti sholat, doa atau zi
Dr Ramadhanita Mustika Sari, MA.Hum
Dosen UIN Raden Fatah Palembang
SRIPOKU.COM - "Agama dapat mengobati frustasi". Kalimat ini tak asing lagi di telinga kita. Memang banyak orang beranggapan bahwa ibadah seperti sholat, doa atau zikir, dapat membuat hati kita menjadi tenang. Dalam al-Quran Allah pernah berkata, "Tidakkah dengan zikir hati menjadi tenang".
Berita Lainnya: Ramadan Model Pendidikan Keluarga
Bahkan dalam tradisi sufisme, zikir kepada Allah adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi. Tapi betulkah agama, atau ajaran agama dapat membuat hati kita menjadi tenang? Bagaimana caranya?
Agama identik dengan ikatan atau ajaran. Orang yang beragama berarti orang yang menjalankan ajaran. Kalau dikaitkan dengan kalimat di awal, agama yang dapat mengobati frustasi bukanlah agama dari namanya, tapi dari kerjanya. Singkatnya, yang namanya orang Islam (disebut muslim) belum tentu tidak mengalami frustasi. Sebab frustasi, apapun bentuknya, selalu ada dalam siklus hidup manusia.
Frustasi hanya bisa diatasi jika setiap orang yang beragama menjalankan ajarannya. Orang Islam, bisa tidak frustasi jika ia sholat dan berdoa. Begitu juga orang yang beragama lain, akan merasakan ketenangan dan kedamaian dengan ibadah dan keyakinannya. Jadi di sini, kita bisa mengetahui bahwa hampir seluruh ajaran agama jika diamalkan dapat menjadi obat stress bagi manusia.
Kiat Mengatasi Stress
Memang banyak cara yang dilakukan oleh orang untuk mengatasi stressnya. Ada yang menggunakan cara yang bersifat positif tapi ada juga yang menggunakan cara yang negatif. Kita sendiri jika sedang sumpek atau capek kerja, sering mendengarkan music atau melihat televisi. Bahkan, terkadang kita memilih rokok untuk menghilangkan pusing kepala.
Stress atau frustasi, apapun itu namanya, muncul ketika manusia berada dalam tekanan. Orang yang dituntut harus menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin, maka ia cenderung akan berada dalam kondisi stress. Begitu juga orang yang sedang menghadapi musibah yang diluar kemampuanya, juga akan mengalami kondisi stress. Jadi orang yang stress, adalah orang yang tertekan karena persoalan yang dihadapinya.
Dalam Islam, stress dapat disamakan dengan al-hamm atau al-ghamm. Nabi sendiri menganjurkan agar kita berdoa : “Ya Allah yang maha membuang semua kesedihan (al-hamm) dan yang maha menyibakkan semua kegundahan (al-ghamm). Jadi, dari doa ini, stress dicirikan dengan kesedihan dan kegelisahan. Orang yang stress atau frustasi, pasti ia akan sedih dan gelisah.
Doa menghilangkan kesedihan dan kegelisahan seperti di atas, tidak sedikit diajarkan oleh Nabi. Ada banyak hadis yang membuat doa-doanya. Bisanya kita membaca “La ilaha illa Anta Subhanaka inni kuntu minaz-zhalimin”. Pendek kata, doa seperti ini adalah “obat” menghilangkan stress dan frustasi.
Tapi doa adalah salah satu cara. Islam mengajarkan banyak cara. Misalnya shalat taubat, baca al-Quran, baca shalawat atau zikir dan tasbih. Menurut saya, cara-cara seperti ini intinya justru ingin kita “terhubung” dengan Allah. Orang yang membaca al-Quran maka ia akan mendengar kembali firman Allah. Orang yang sholat, intinya ia akan berkomunikasi kembali dengan Allah.
Di sini kita melihat bahwa ajaran agama yang kita lakukan mampu berfungsi menghilangkan stress dan frustasi ketika kita mampu terhubung kembali dengan Allah. Makna “terhubung” bisa artinya sadar, insaf atau kembali. Kembali kepada Allah yang maha mencipta akan membuat kita yakin bahwa semua yang terjadi karena Allah. Sadar bahwa tidak ada yang mampu mengatasi persoalan kecuali Allah, akan membuat kita sadar bahwa Allah akan menolong kita dari masalah yang ada.
Oleh karena itu, ketika kita ada masalah, maka obat stress dan frustasi yang paling mujarab adalah dengan membuat diri kita sadar ada Allah yang membantu kita. Orang yang sadar, maka pasti ia akan mengucap “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun”; sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah.