Kultum
Ramadan Model Pendidikan Keluarga
SEORANG anak dalam kategori belum sampai pada masa baligh, dengan kisaran usia di bawah 10 tahun, dalam hukum Islam tidak diwajibkan untuk berpuasa di
Oleh: Nazwar, S.Fil.I, M.Phil.
Dosen Luar Biasa UIN Raden Fatah Palembang
SRIPOKU.COM - SEORANG anak dalam kategori belum sampai pada masa baligh, dengan kisaran usia di bawah 10 tahun, dalam hukum Islam tidak diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadan. Namun demikian, mementum Ramadan tetap istimewa lantaran setiap orang tetap akan mendapatkan keberkahannya. Dalam hal ini, selain lantaran orang dewasa yang terkena hukum wajib selaku Muslim untuk melaksanakan kewajiban berpuasa, Ramadan juga dapat dijadikan orangtua sebagai momentum untuk mendidik anak.
Berita Lainnya: Ramadan Bulan Pendidikan
Orangtua yang berkomitmen untuk melaksanakan segala macam anjuran, baik berupa syarat sah puasa maupun bagian sunnahnya dapat menjadi percontohan praktik agama bagi anak. Selain dengan tujuan ibadah, bagi orangtua dapat menjadikan Ramadan sebagai "bulan model" untuk praktik ibadah dengan menjadi contoh dan pelopor dalam rangka pendidikan agama bagi anak.
Sebagai orang terdekat dari anak, orangtua atau keluarga mengambil peran sebagai pelopor pendidikan bagi anak, peran mendidik dan mengarahkan anak agar senantiasa dalam kebaikan dan kebenaran merupakan kewajiban bagi orang beriman dalam bentuk lain.
Disadari, menahan lapar, haus, dan hawa nafsu yang berlebih bukanlah perkara mudah, terlebih bagi anak. Maka kemudian, anjuran berpuasa untuk anak adalah sebagai pengenalan suatu kewajiban agama bagi anak. Perlu untuk dicatat, kewajiban berpuasa bagi anak adalah ditujukan sebagai media pendidikan agar memahami kewajibannya sebagai Muslim kelak.
Dalam hal ini, proses belajar tentang kewajiban berpuasa bagi anak tidak hanya bersifat pengetahuan tentang suatu kewajiban, akan tetapi belajar berpuasa di sini juga dilaksanakan dalam bentuk praktik langsung. Dalam hemat penulis, terdapat empat langkah mewujudkan Ramadan sebagai "model bulan" pendidikan anak.
Pertama, mendisiplinkan anak dengan jadwal waktu tertentu. Langkah ini dapat ditempuh dengan cara menyesuaikan kebiasaan anak dengan waktu-waktu tertentu yang terdapat di bulan Ramadan. Semisal penentuan waktu buka sebagai waktu makan, dimana anak tidak diperbolehkan untuk memakan apapun kecuali makan di waktu yang telah ditentukan, yaitu saat berbuka puasa. Dalam hal ini, jika puasa anak ditetapkan setengah hari, maka ia tidak diperbolehkan untuk makan ketika saat fajar. Langkah ini akan membuat anak terbiasa menyesuaikan diri dengan aturan.
Kedua, mengendalikan emosi anak dengan kesabaran. Langkah yang tepat bagi orangtua adalah menyeru kepada anak ketika menghadapi masalah untuk mampu bersabar sembari mengalihkan perhatiannya kepada kegiatan lain yang bersifat positif. Banyaknya kegiatan yang dijalani sehari-hari tak jarang menuntut emosi. Seorang anak yang terbiasa bermain dengan bebas, dan luapan emosi berupa marah ataupun ekspresi senang yang berlebih, di bulan Ramadan diajarkan agar dapat ditahan dan dikondisikan dengan kesabaran dan aktivitas positif.
Ketiga, menanamkan nilai-nilai moral kepada anak dengan kebiasaan baik. Langkah pertama adalah dimulai dengan orang tua untuk memperbaiki dan menyesuaikan tingkah laku dengan moralitas agama sehingga anak akan mencontohnya kemudian. Kecenderungan anak untuk meniru tingkah laku orangtuanya dapat dijadikan strategi bagi orang tua untuk menanamkan moralitas bagi anak. Dan penanaman moral dengan cara membiasakan kebiasaan baik bagi anak yang paling efektif adalah dengan dimulai perbaikan moral orang tuanya.
Keempat, melaksanakan kewajiban agama. Langkah ini dapat diwujudkan dengan mengajak anak untuk melakukan kewajiban agama secara bersama-sama. semisal yang dicontohkan rasul untuk mengajak anak dan keluarganya melakukan sholat berjamaah. Langkah ini tidak hanya bersifat contoh yang bersifat sementara, akan tetapi lebih dari itu, yaitu pembiasaan melaksanakan kewajiban agama. Lebih jauh, dengan perkenalan dan pembiasaan berpuasa dari usia dini, diharapkan secara perlahan anak mulai terbiasa, dan terbentuk kemampuan, serta tercipta kesadaran dalam diri seorang anak untuk melaksanakan kewajiban tersebut ke depannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/keluarga-baca-al-quran_20160613_085737.jpg)